STM Nenuk Bagikan Sertifikat Kompetensi, Pater Piter: Sertifikat Ini Bisa Dipakai Kerja di Dalam Negeri dan Luar Negeri

Date:

Share:

Atambua, seputar-ntt.com – Dalam rangka meningkatkan daya saing di dunia kerja dan jenjang karir yang cemerlang, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St.Yosef Nenuk membekali sertifikat kompetensi keahlian bagi alumni Jurusan Desain Pemodelan & Informasi Bangunan (DPIB) dan Jurusan Bisnis Konstruksi & Properti (BKP).

Sertifikat kompetensi yang dimiliki akan menjadi bukti kemampuan yang diakui oleh lembaga pemerintah dan dunia usaha. Sertifikat ini akan menjadi parameter kemampuan lulusan SMK agar memudahkan untuk direkrut oleh perusahaan. Tentunya juga akan mendapatkan jenjang karir yang sesuai dengan hasil uji kompetensi.

Demikian hal ini disampaikan Pater Kepala Sekolah SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD kepada media ini, Kamis (29/07/21).

Pantauan, pembagian sertifikat kompetensi ini diberikan langsung oleh Pater Kepala Sekolah SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD kepada 20 orang alumni bertempat di Aula SMK Katolik St.Yosef Nenuk tepat pukul 10.00 wita pagi dan disaksikan oleh Pater Rektor Komunitas St.Yosef Freinademetz Nenuk, Lukas Lui Uran, SVD, Guru Senior, Ir.Ale Kayus, Ketua Program (Kapro) DPIB, Maria Floriana Halek, ST dan Ketua Program (Kapro) BKP, Fransiskus X. Efi, ST.

Menurut Pater Piet, sebenarnya pembekalan dan pembagian sertifikat ini sudah dimulai pada tahun 2020 lalu untuk jurusan DPIB yang bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Wilayah IV Surabaya dibawah nauangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Strategi kerjasama dengan LPJK ini dibuat agar anak-anak betul mendapatkan legalitas pengakuan bahwa mereka berkompeten, punya kualifikasi tertentu khususnya di bidang bangunan dalam lingkup dunia kerja nanti,” jelas Pater Dile menerangkan dengan begitu rincinya.

“Kali ini adalah angkatan kedua yang dibekali dengan sertifikat kompetensi. Sedangkan tahun lalu adalah angkatan pertama juga menerima sertifikat yang sama di tempat ini juga,” tutur dia.

Dikatakannya, sertifikat kompetensi yang mereka dapatkan ini bukan hanya diakui di nasional saja tapi juga di level international.

“Jadi dengan sertifikat ini mereka bisa pakai untuk bekerja bukan hanya di dalam negeri saja tapi juga bisa di luar negeri,” ungkap Pater Piet.

Sementara itu Guru Senior SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Ir.Ale Kayus, mengatakan, pentingnya sertifikasi kompetensi bagi tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurutnya, sesungguhnya tujuan utama keberadaan SMK pada umumnya adalah mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dibidangnya.

“Hal ini berarti SMK mempersiapkan tenaga terampil yang berkompeten dan siap bekerja,” ujarnya.

Berkenaan dengan itu SMK Katolik St.Yosef Nenuk dari waktu ke waktu terus berupaya dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti dunia industri (DUDI) atau institusi-institusi yang bergerak di bidang kejuruan demi peningkatan kompetensi siswa.

Dan untuk itu, lanjut dia, kita telah bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementriaan PUPR RI yang telah mengadakan kesepakatan dengan Dirjen SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk melaksanakan diklat sertifikasi kompetensi bagi siswa DPIB dan BKP yang telah berlangsung untuk dua angkatan.

“Bagi mereka yang mengikuti diklat sertifikasi kompetensi ini bila dinyatakan berkompeten dibidang kejuruan yang ditekuninya akan diberikan Sertifikat,” ungkap guru senior ini.

“Sertifikat ini sangat bermanfaat untuk mendapat legalitas bila bekerja. Saat ini Dudi membutuhkan tenaga yag memiliki sertifikat kompetensi,” ungkap Kayus dan menambahkan,”Karena itu tamatan SMK St.Yosef Nenuk selain diberi ijazah juga harus memiliki sertifikat kompetensi. Jadi sertifikasi kompetensi ini demi mendapat pengakuan dunia kerja.”

Sedangkan Kapro DPIB sekaligus Penyelenggara Kegiatan Uji Keterampilan kerja, Maria Floriana Halek, ST hampir senada dengan apa yang dikatakan Pater Kepsek dan guru senior Ir.Ale Kayus.

Dirinya mengatakan, SMK Katolik St.Yosef Nenuk telah bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Wilayah IV Surabaya Kementriaan PUPR RI yang telah mengadakan kesepakatan dengan Dirjen SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Secara teknis, untuk melakukan ujian sertifikasi keterampilan, pihak sekolah telah bekerjasama dengan LPJK Wilayah IV Surabaya untuk menerbitkan sertifikat keterampilan kerja juru gambar/drafter, arsitek untuk jurusan DPIB dan Mandor batu/bata/beton untuk jurusan BKP dengan kualifikasi kelas dua.

Dikatakan, untuk diklatnya kita lakukan secara online selama dua hari dengan materi seputaran jurusan bangunan dan setelah itu baru dilanjutkan dengan jadwal ujian.

“Gelombang tahun lalu diklatnya dilakukan secara online sedangkan untuk gelombang kedua ini materinya online tapi ujiannya tatap muka dengan tim penguji dari LPJK, Assesor drafter dan mandor dari Unika Kupang dan Dinas PUPR Provinsi NTT,” ungkap Voni sapaan akrabnya.

Untuk ujianya, ada dua jenis yakni ujian wawancara dan praktek sesuai keterampilan.

Dirinya mengakui, sebenarnya peserta diklat sertifikat kompetensi gelombang kedua ini berjumlah 23 orang namun 3 orang berhalangan hadir karena sedang mengikuti tes Polisi. Jadi yang hadir hanya 20 orang dan semuanya lulus.

“Sebagai Kapro DPIB, saya merasa bangga dengan kegiatan pembagian sertifikat kompetensi ini. Selama ini sertifikat pengalaman kerja hanya diperoleh dari Dudi saja,” ungkapnya.

“Dengan adanya diklat ini, kiranya siswa/i bisa dibekali dengan sertifikat kompetensi sehingga bisa diakui dan bersaing di dunia kerja,” tambah Voni.

Menurut rencana, lanjut dia, tahun depan akan kita adakan diklat sama lagi sertifikat kompetensi untuk jurusan DPIB, BKP dan Teknik Pemesinan.

Sementara itu salah satu Alumnus SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Alexander Ridwan Saunoah mengaku bahagia sebagai salah satu peserta penerima sertifikat kompetensi.

“Semoga sertifikat kompetensi ini berguna dan bermanfaat untuk saya,” ungkapnya. (AK)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...