Perpustakaan dan Taman Baca Diharapkan Mampu Meningkatkan Literasi Masyarakat

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Kehadiran, perpustaan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) diharapkan mampu meningkatkan kegemaran dan literasi Masyarakat. Dengan meningaktkan pelayanan dan tersedianya berbagai sumber literasi diharpkan bisa membantu masyarakat dalam menjawab setiap persoalan yang dihadapi.

Harapan ini disampaikan kepala Dinas Kearsipan Provinsi NTT, Hildegardis Bria Seran, saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi dan Bimtek Pengelola Perpustakaan Umum Tahun 2024 yang diselenggarakan Perpustaan Nasional di Hotel Harper Kupang pada Kamis, (6/6/2024).

Hildegardis Bria Seran mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi dan Bimtek Pengelola Perpustakaan Umum Tahun 2024 merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi tenaga perpustakaan desa/kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM), sebagai bentuk pendampingan bantuan sehingga para tenaga perpustakaan mampu mendayagunakan koleksi perpustakaan bagi masyarakat.

“Tujuannya agar perpustakaan yang dikelola dapat mendukung berprosesnya transfer pengetahuan dan menjadikan perpustakaan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menemukan solusi dalam permasalahan-permasalahan yang ada melalui membaca dan bertukar informasi,” ujar Hildegardis.

Hildegardis mengatakan, dalam setiap langkah pembangunan, literasi memiliki peran yang tak tergantikan. Melalui literasi, masyarakat mengakses pengetahuan, memperluas wawasan, dan membangun keterampilan yang membantu mereka menavigasi kompleksitas zaman ini.

“Namun, kita tak bisa mengabaikan fakta bahwa di tengah gemuruh teknologi dan informasi, masih banyak desa yang terpinggirkan dari akses literasi yang memadai,”pungkasnya.

Sementara Yoyo Yahyono, pustakawan ahli Utama pada kesempatran tersebut menyampaikan bahwa Jumlah desa/kelurahan seluruh Indonesia sebanyak 83.971 desa/kelurahan (BPS, 2023) dan berdasarkan Data Perpustakaan Nasional tahun 2023 jumlah perpustakaan desa/kelurahan sebanyak 17.429 desa/kelurahan atau 20,76 %. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bertindak lebih proaktif dan holistik dalam mendirikan serta mengembangkan perpustakaan di setiap sudut desa kita.

Mencerdaskan bangsa adalah satu amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yaitu melalui Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan yang memuat kewajiban pemerintah untuk memastikan seluruh masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan sebagai sumber pengetahuan dan informasi untuk membangun kehidupan yang berkualitas. Untuk itu, Perpustakaan Nasional terus mendorong peningkatan pelayanan perpustakaan hingga di tingkat desa/kelurahan.

“Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2024 merupakan salah satu kegiatan utama Perpustakaan Nasional RI dalam upaya Penguatan Budaya Baca dan Literasi hingga di tingkat desa/kelurahan. Program ini adalah strategi pemerintah dalam memerangi rendahnya budaya literasi, inovasi, dan kreativitas,” jelas Yoyo.

Yoyo Yahyono menjelaskan, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) adalah peningkatan peran dan fungsi Perpustakaan melalui pelibatan masyarakat sebagai wahana belajar sepanjang hayat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan pengguna perpustakaan. Program TPBIS adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI yang melibatkan pemerintah daerah baik provinsi maupun Kab/Kota untuk mengembangkan fungsi dan peran perpustakaan dalam memberikan pelayanan sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi Komunikasi dan Bimtek Pengelola Perpustakaan Umum Tahun 2024 merupakan upaya peningkatan kapasitas bagi tenaga perpustakaan desa/kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM), sebagai bentuk pendampingan bantuan sehingga para tenaga perpustakaan mampu mendayagunakan koleksi perpustakaan bagi masyarakat, serta perpustakaan yang dikelola dapat mendukung berprosesnya transfer pengetahuan dan menjadikan perpustakaan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menemukan solusi dalam permasalahan-permasalahan yang ada melalui membaca dan bertukar informasi.(jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...