Jadi Pemanen Garam, Marthen Dira Tome Buka Peluang Kerja Paruh Waktu bagi Pelajar di Sabu Raijua

Date:

Share:

Seba, seputar-ntt.com – Musim panen garam di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menghadirkan geliat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi para pelajar. Melalui pengelolaan tambak garam di Desa Deme, mantan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, memberi ruang bagi siswa sekolah untuk bekerja paruh waktu setelah jam belajar usai.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari para pelajar karena mereka tetap dapat menjalankan aktivitas belajar di pagi hari, lalu ikut memanen garam pada sore hari. Selain memperoleh tambahan penghasilan, para siswa juga diperkenalkan pada dunia kerja sejak dini.

Marthen Dira Tome mengatakan, keterlibatan pelajar dalam aktivitas panen garam bukan semata-mata bertujuan memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda.

“Anak-anak muda tidak hanya mendapatkan uang, tetapi juga pengalaman bekerja yang akan membentuk etos kerja mereka. Saya ingin mereka tidak hanya terpaku pada gawai atau telepon pintar, tetapi juga mengenal dunia nyata melalui kerja keras,” kata Marthen.

Menurutnya, setiap pekerja memperoleh upah berdasarkan jumlah garam yang berhasil dipanen. Sistem pembayaran dilakukan berdasarkan tonase, sehingga semakin banyak garam yang dipanen, semakin besar pula pendapatan yang diterima.

“Setiap kali panen, paling sedikit mereka bisa langsung menerima upah sekitar Rp100 ribu. Kalau hasil panennya lebih banyak, tentu penghasilannya juga lebih besar. Upah langsung kami bayarkan setelah panen selesai,” ujarnya.

Marthen mengungkapkan, tingginya minat masyarakat untuk ikut memanen garam menunjukkan bahwa usaha tersebut mulai memberikan dampak ekonomi secara langsung. Dalam satu hektare tambak garam, proses panen biasanya melibatkan sekitar 20 hingga 30 pekerja yang bekerja secara berkelompok.

“Karena upah dibayarkan langsung setelah panen, banyak masyarakat yang datang meminta ikut bekerja,” katanya.

Upaya menghidupkan kembali tambak garam di Sabu Raijua juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Ruben Kale Dipa. Mantan Ketua DPRD Sabu Raijua itu menilai Marthen Dira Tome berhasil menghidupkan kembali aset tambak garam yang sebelumnya terbengkalai.

Saat menghadiri panen perdana tambak garam di Desa Deme, Ruben mengenang kepemimpinan Marthen ketika menjabat sebagai Bupati Sabu Raijua. Menurutnya, berbagai program yang saat itu dinilai tidak lazim justru terbukti memberi manfaat bagi masyarakat.

“Waktu itu saya masih menjadi Ketua DPRD. Saya pernah menjulukinya ‘Bupati Gila’ karena berani menjalankan program-program yang dianggap tidak biasa, seperti mengembangkan tambak garam dan mendorong masyarakat menanam pada musim panas. Ternyata sekarang hasilnya benar-benar bisa dinikmati masyarakat,” ujar Ruben.

Ia juga mengingatkan bahwa tambak garam tersebut merupakan bantuan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian KKP yang serahkan kepada Sabu Raijua lalu diserahkan kepada Koperasi Ei Peringi Rai, namun sempat tidak dimanfaatkan secara optimal hingga akhirnya terbengkalai.

Menurut Ruben, upaya mengaktifkan kembali tambak garam tersebut menjadi langkah penting dalam membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan kembali potensi ekonomi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. (jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...