Kupang, seputar-ntt.com – PT Bank NTT menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp300 miliar pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, termasuk para bupati dan wali kota, agar semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan.
“Saya sudah bertemu dengan para bupati dan meminta dukungan agar membantu kami memasarkan program KUR kepada masyarakat. Namun, itu bukan berarti kantor-kantor cabang hanya menunggu. Cabang tetap harus aktif bergerak mencari potensi-potensi UMKM yang layak dibantu,” ujar Charlie usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD NTT, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, strategi jemput bola menjadi kunci agar penyaluran KUR tidak hanya terpusat di daerah perkotaan, tetapi juga menjangkau pelaku usaha di wilayah pedesaan yang selama ini masih kesulitan memperoleh akses permodalan.
Charlie menegaskan, KUR merupakan instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena memberikan pembiayaan berbunga rendah kepada UMKM yang produktif. Oleh sebab itu, Bank NTT terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, hingga komunitas pelaku usaha agar penyaluran KUR semakin tepat sasaran.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mempercepat identifikasi usaha-usaha potensial yang dapat dikembangkan melalui pembiayaan Bank NTT.
Target penyaluran KUR sebesar Rp300 miliar tersebut juga sejalan dengan komitmen Bank NTT untuk memperbesar porsi kredit produktif. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT diarahkan tidak hanya menghimpun dana masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui pembiayaan sektor riil dan pemberdayaan UMKM.
Dengan strategi kolaborasi bersama pemerintah daerah dan langkah proaktif seluruh jaringan kantor cabang, Bank NTT optimistis target penyaluran KUR tahun ini dapat tercapai sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di seluruh Nusa Tenggara Timur. (*)
Follow