Kalabahi, seputar-ntt. com- Koalisi KOPI Alor mengapresiasi berbagai program strategis Pemerintah Pusat yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Alor.
Pasalnya, program tersebut dinilai sebagai upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.
Ketua Koalisi KOPI Alor, Novita Ayu Matoneng menyampaikan, setiap kebijakan pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Untuk itu seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan melalui partisipasi aktif agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Welai Selatan dengan Desa Tominuku, Kecamatan Alor Tengah Utara.
“Pembangunan infrastruktur ini dinilai mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi, ” ungkapnya.
Menurut Novita, pembangunan infrastruktur memiliki dampak yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi yang semakin baik akan membuka peluang usaha baru, mempercepat arus barang dan jasa, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Dengan demikian, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata No Ayu.
Pada sektor perikanan, Koalisi KOPI Alor juga mengapresiasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut.
Program tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan fasilitas yang mendukung kegiatan penangkapan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.
“Selama ini nelayan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana penyimpanan hasil tangkapan dan akses pemasaran yang belum optimal. Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan hasil tangkapan nelayan memiliki nilai jual yang lebih baik, mengurangi potensi kerugian akibat ikan yang tidak terserap pasar, serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir,” bebernya.
Meski demikian, Novita berpandangan, setiap program pembangunan tetap perlu dilaksanakan secara terbuka, akuntabel, dan memperhatikan kondisi sosial masyarakat di lapangan.
“Pemerintah diharapkan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan setiap program sehingga manfaat yang diharapkan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” harap Matoneng.
Dirinya kembali berharap, jika dalam pelaksanaan suatu kebijakan ditemukan dampak negatif yang cukup signifikan atau menimbulkan persoalan di tengah masyarakat, pemerintah dapat segera melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kebijakan tersebut.
“Langkah evaluasi dinilai penting agar setiap program tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, meminimalkan potensi permasalahan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah,” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Novita Matoneng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program pembangunan secara konstruktif. Partisipasi masyarakat melalui penyampaian masukan, kritik, maupun saran yang membangun dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi Kabupaten Alor. (*)
Follow