Panen 761,75 Ton Garam, PT NRI Gelontorkan Rp277 Juta untuk Upah Pekerja Lepas

Date:

Share:

Menia, seputar-ntt.com — Aktivitas produksi garam di tambak yang dikelola PT Nataga Raihawu Industri (NRI) mulai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Perputaran uang tidak hanya berasal dari produksi garam, tetapi juga dari pembayaran jasa tenaga lepas yang terlibat dalam proses panen.

Marthen Dira Tome dari PT NRI mengatakan, dalam dua pekan terakhir, tenaga lepas berhasil memanen garam sebanyak 761.750 kilogram atau 761,75 ton. Atas hasil panen tersebut, perusahaan membayarkan upah sebesar Rp160 per kilogram.

“PT Nataga Raihawu Industri membayar biaya panen garam bagi tenaga lepas Rp121.880.000. Total panen dua minggu mencapai 761.750 kilogram atau 761,75 ton. Upah mereka Rp160 per kilogram,” kata Marthen.

Menurut dia, sejak Juni hingga akhir Juli, PT NRI telah mengeluarkan sekitar Rp277 juta khusus untuk membayar jasa panen garam.

Marthen menjelaskan, sistem pembayaran tersebut menggunakan skema berbasis hasil. Artinya, besaran pendapatan pekerja lepas ditentukan berdasarkan jumlah garam yang berhasil mereka panen.

“Kami telah mengeluarkan dana sebanyak Rp277 juta sejak bulan Juni hingga akhir Juli untuk membayar khusus jasa panen garam. Jumlah uang itu sesuai dengan jumlah garam yang mereka panen,” ujarnya.

Sistem tersebut juga memberikan keleluasaan bagi pekerja. Tenaga lepas tidak diwajibkan hadir setiap hari karena mereka bebas menentukan kapan bekerja. Kehadiran dan hasil kerja kemudian dicatat oleh koordinator lapangan.

Dengan pola tersebut, menurut Marthen, uang hasil kerja dapat langsung diterima masyarakat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Uang ini diterima langsung oleh pekerja untuk membeli kebutuhan keluarga. Jadi ada perputaran ekonomi,” katanya.

Selain tenaga lepas, PT NRI juga mempekerjakan tenaga tetap dengan sistem penggajian bulanan. Marthen menyebut pekerja tetap memperoleh gaji sesuai upah minimum regional (UMR), bahkan sebagian mendapatkan penghasilan di atas UMR.

Koordinator Tambak Garam PT NRI, Oby Lingu, mengatakan keberadaan tambak garam telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Menurut Oby, sistem upah berdasarkan hasil membuat pekerja memiliki peluang meningkatkan pendapatan seiring meningkatnya jumlah garam yang mereka panen.

“Kami sangat berterima kasih karena dengan adanya tambak garam ini bisa memberi kami peluang untuk mendapatkan kerja dan memiliki penghasilan,” kata Oby.

Dia menjelaskan, tenaga lepas tidak dituntut untuk datang setiap hari. Mereka memperoleh penghasilan berdasarkan jumlah garam yang berhasil dikumpulkan.

“Semakin banyak garam yang dipanen maka penghasilan teman-teman tenaga lepas yang khusus untuk panen garam itu akan semakin tinggi,” ujarnya.

Oby memastikan setiap hasil panen dicatat dengan baik sehingga pembayaran dapat dilakukan sesuai volume garam yang dikerjakan masing-masing pekerja.

“Kita catat dengan baik sehingga ketika pembayaran gaji panen sesuai dengan jumlah garam yang mereka kerjakan,” katanya.

Dampak ekonomi dari aktivitas tambak juga dirasakan langsung oleh pekerja. Koordinator lainnya, Mikael Lado, mengatakan keberadaan PT NRI memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang tidak mensyaratkan proses perekrutan formal seperti pekerjaan pada umumnya.

“Kami berterima kasih kepada PT NRI dan khususnya Bapak Marthen Dira Tome yang telah hadir untuk menjadi penolong bagi kami. Kami kerja dan bisa dapat uang tanpa harus melamar pakai ijazah,” kata Mikael.

Bagi Mikael, kesempatan bekerja tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan sumber penghasilan.

Ia mengakui ada pihak yang memandang berbagai upaya tersebut secara sinis. Namun, menurut dia, masyarakat yang bekerja langsung di tambak merasakan sendiri manfaat ekonomi dari keberadaan aktivitas produksi garam.

“Kami yang bekerja ini yang merasakan kebaikan dan tujuan yang mulia dari Pak Marthen untuk kami masyarakat,” ujarnya.

Dengan produksi ratusan ton garam dan pembayaran jasa panen hingga ratusan juta rupiah, aktivitas tambak garam PT NRI tidak hanya berbicara mengenai komoditas dan produksi. Di tingkat masyarakat, aktivitas tersebut juga menjadi sumber pendapatan bagi pekerja sekaligus menggerakkan konsumsi rumah tangga di sekitar lokasi tambak.

Skema pembayaran berdasarkan hasil panen juga membuat peningkatan produksi berpotensi langsung meningkatkan pendapatan tenaga lepas. Bagi pekerja, semakin banyak garam yang dipanen, semakin besar pula penghasilan yang mereka bawa pulang. (jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...