Maumere, seputar-ntt.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores agar masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang semakin stabil, aman, dan andal. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) yang melakukan optimalisasi sistem proteksi sinyal di Gardu Induk (GI) Wairita, Kabupaten Sikka, pada Rabu (09/09).
Optimalisasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan implementasi Adaptive Defense Scheme (ADS)—sebuah teknologi proteksi adaptif berbasis digital yang dirancang untuk mendeteksi dan merespons gangguan jaringan secara cepat dan otomatis. Langkah strategis ini menjadi kunci PLN dalam menjaga stabilitas kelistrikan sekaligus meminimalkan risiko gangguan meluas di Pulau Flores.
Dalam pelaksanaannya, tim teknis PLN UP2B NTT melakukan serangkaian pekerjaan presisi, seperti pelepasan auxiliary relay hingga pengondisian open blade pada sistem proteksi. Seluruh tahapan dikerjakan secara terukur dengan mengedepankan standar keselamatan kerja (K3) dan keandalan sistem.
Pekerjaan ini sangat krusial untuk memastikan konfigurasi proteksi pada GI Wairita siap mendukung penerapannya. Dengan sistem yang semakin adaptif, potensi gangguan pada jaringan dapat terdeteksi lebih dini sehingga penyaluran tenaga listrik kepada masyarakat tetap terjaga tanpa hambatan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penguatan sistem proteksi ini merupakan bagian inti dari transformasi digital kelistrikan PLN.
“Bagi PLN, menjaga listrik tetap menyala berarti menjaga denyut nadi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, pendidikan, hingga roda perekonomian Flores agar terus berputar. Penguatan di GI Wairita bukan sekadar urusan teknologinya, melainkan bagaimana kami hadir memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Eko.
Ia menambahkan, kehadiran teknologi Adaptive Defense Scheme menjadi langkah konkret PLN membangun benteng kelistrikan NTT yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan dinamika jaringan.
“Sistem kelistrikan NTT dituntut semakin adaptif dan responsif. Lewat digitalisasi proteksi ini, setiap anomali jaringan bisa tertangani lebih cepat sehingga dampak potensi pemadaman ke pelanggan dapat diminimalkan semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP2B NTT, Resa Rediansyah, menjelaskan bahwa optimalisasi sinyal di GI Wairita menjadi pondasi utama sebelum teknologi ADS diintegrasikan secara menyeluruh di sistem Flores.
“Optimalisasi di GI Wairita adalah fondasi teknis yang wajib kami pastikan kesiapannya. ADS dirancang sebagai skema pertahanan otomatis yang tanggap membaca gangguan. Dengan skema ini, tindakan penanganan yang diambil sistem menjadi lebih selektif sehingga kestabilan jaringan utama tetap aman terjaga,” jelas Resa.
Transformasi digital melalui skema ADS ini menjadi komitmen berkelanjutan PLN dalam menghadirkan layanan listrik berkualitas modern. Kehadiran sistem kelistrikan yang tangguh dan adaptif diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, mendukung dunia usaha, serta memberikan pelayanan publik terbaik di Nusa Tenggara Timur.(*)
Follow