Kupang, seputar-ntt.com — Terkait mudahnya penyakit infeksi menular Tuberkulosis (TBC), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terus melakukan intervensi, mulai dari tingkat PAUD dan TK.
Hal ini diungkapkan Plt. Kadis Pendidikan Kota Kupang, Ernezt Ludji di Hotel Harper Kupang, Rabu (23/9/2026).
“Kami terus melakukan intervensi terhadap keberadaan PAUD dan TK yang ada di Kota Kupang, dari penyakit TBC yang sangat mudah ditularkan,” ujar Ernezt Ludji.
Jumlah PAUD dan TK di Kota Kupang, jelas Ernezt Ludji, ada 270 sekolah, mulai dari kelompok bermain, TK dan PAUD, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat, dalam hal ini swasta.
“Kenapa harus dari tingkat PAUD?, supaya upaya-upaya deteksi dini itu dimulai dari tingkat yang paling kecil, karena di umur 0-6 tahun itu, umur yang masih rentan,” ungkap dia.
Sehingga, tambah Ernezt Ludji, kalau deteksi dini itu tidak dilakukan di umur tersebut, maka pertumbuhan mereka juga yang terganggu.
“Saya selalu sampaikan, bahwa guru-guru atau penyelenggara PAUD, juga harus memahami cara atau upaya-upaya apa yang harus dilakukan, untuk melakukan deteksi dini,” tegas Ernezt Ludji.
Menurut Ernezt Ludji, hal ini tentunya dibutuhkan juga keterlibatan semua komponen, apalagi orang tua.
“Pemahaman kepada penyelenggara PAUD itu sudah kita lakukan, dengan beberapa upaya, salah satunya dengan bimtek,” tambah Ernezt Ludji.
Dikatakan Ernezt Ludji, pengenalan terhadap mereka, berkaitan dengan informasi dasar, ketika mereka hendak melakukan deteksi dini terhadap anak didiknya, yang berkolaborasi dengan PKK Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, terutama para Kepala Kepala Puskesmas. (joey)
Follow