Kampung Adat Bena Ngada Warisan Leluhur di Kaki Gunung Inerie Flores

Date:

Share:

BAJAWA, seputar-ntt.com – Di lereng selatan Gunung Inerie, Kabupaten Ngada, Flores, berdiri sebuah kampung adat yang telah bertahan ratusan tahun tanpa berubah wujudnya: Kampung Adat Bena. Deretan rumah beratap ijuk dengan dinding bambu menjalar di antara hampian bukit hijau, menjadikan Bena sebagai salah satu kampung adat paling terawat di Nusa Tenggara Timur dan kini menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bena berada di Desa Tiworiwu, Kecamatan Aimere, sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Bajawa. Perjalanan darat menuju kampung ini menanjak dan berkelok, tetapi pemandangan yang disuguhkan sepanjang jalan terbayar lunas begitu wisatawan tiba di gerbang kampung. Dari halamannya, Gunung Inerie menjulang setinggi 2.245 meter sebagai latar belakang yang memukau, sementara kabut tipis sering menyelimuti kaki gunung pada pagi hari.

Secara arsitektural, Bena terdiri atas lebih dari 40 rumah adat yang menghadap ke tengah lapangan kampung. Di halaman itu berdiri beberapa tugu batu atau yang disebut ngadhu dan bhaga, simbol leluhur masyarakat Ngada yang menjadi penanda identitas klan. Setiap bangunan punya makna tersendiri, mulai dari rumah utama milik kepala suku hingga lumbung padi berbentuk rumah kecil yang berdiri di atas tiang kayu.

Yang membuat Bena istimewa adalah kesinambungannya dengan kehidupan sehari-hari. Kampung ini bukan museum terbuka yang kosong. Penghuninya masih menjalankan ritual adat, menenun kain tenun ikat di beranda rumah, dan menggarap ladang di sekitar kampung. Wisatawan yang datang bisa menyaksikan perempuan Bena menenun dengan alat tradisional, sebuah keahlian yang diwariskan lintas generasi tanpa pola tertulis.

Kain tenun ikat dari Bena termasuk yang paling dicari di Flores. Motifnya kental dengan simbolisme lokal, seperti kuda, gajah, dan figur leluhur, yang diwariskan turun-temurun. Sehelai kain tenun berkualitas bisa memakan waktu berbulan-bulan pengerjaannya, dan harga jualnya di kampung jauh lebih menguntungkan bagi perajin dibanding bila dijual melalui perantara di kota besar.

Bagi wisatawan yang ingin tinggal lebih lama, sejumlah rumah homestay sederhana tersedia di kampung dan desa sekitarnya. Suasana pagi di Bena nyaris tak tersentuh polusi suara, hanya suara ayam, angin pohon, dan langkah-langkah penduduk yang mulai beraktivitas. Malam harinya langit yang gelap tanpa cahaya kota menjadikan tempat ini cocok untuk menikmati gugusan bintang.

Tarif masuk kampung adat ini relatif terjangkau, umumnya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per orang, dan sebagian dana tersebut mengalir langsung ke kas kampung untuk pemeliharaan rumah adat. Pengelolaan yang melibatkan warga setempat menjadi salah satu alasan mengapa kondisi Bena tetap terjaga meski kunjungan wisatawan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Waktu terbaik berkunjung ke Bena adalah musim kemarau antara bulan Mei hingga Oktober, ketika jalan menuju kampung dalam kondisi kering dan langit cerah sempurna untuk fotografi. Bagi wisatawan yang menempuh perjalanan overland Flores dari Labuan Bajo ke Kelimutu, Bena kerap dimasukkan sebagai salah satu pemberhentian wajib dalam itinerer perjalanan.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...