Kupang, seputar-ntt.com – Perubahan cuaca yang kerap terjadi belakangan ini membuat anak-anak di Nusa Tenggara Timur rentan mengalami demam. Orang tua diharapkan memahami langkah pertolongan pertama yang benar di rumah agar demam tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Demam pada dasarnya adalah respons alami tubuh melawan infeksi, ditandai dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius. Pada anak, demam biasanya disertai tubuh terasa hangat, lesu, nafsu makan menurun, dan kadang disertai menggigil. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memeriksa suhu menggunakan termometer agar pengukuran akurat, bukan sekadar mendenyak peraba tangan.
Penanganan sederhana yang bisa dilakukan di rumah antara lain memberikan kompres air hangat di dahi, ketiak, dan lipatan paha, serta memastikan anak minum air putih lebih banyak dari biasanya. Pakaian yang tebal sebaiknya diganti dengan pakaian tipis yang menyerap keringat agar panas tubuh dapat keluar. Istirahat yang cukup juga membantu proses pemulihan.
Orang tua dapat memberikan obat penurun panas yang dijual bebas seperti paracetamol sesuai takaran pada kemasan dan berat badan anak. Penggunaan obat kombinasi sebaiknya dihindari tanpa anjuran tenaga kesehatan, dan dosis tidak boleh dikurangi atau ditambah sembarangan.
Ada beberapa tanda yang menuntut orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Di antaranya demam pada bayi di bawah usia tiga bulan, demam lebih dari tiga hari, suhu tubuh melebihi 39 derajat Celsius, anak mengalami kejang, kesadaran menurun, sesak napas, muntah terus-menerus, atau muncul bintik merah di kulit yang tidak hilang ketika ditekan.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Di musim pancaroba seperti sekarang, pola hidup bersih menjadi kunci utama. Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menghindari kontak dengan anggota keluarga yang sedang sakit, memastikan gizi dan cairan tercukupi, serta memelihara kebersihan lingkungan rumah dapat menurunkan risiko penularan infeksi.
Vaksinasi sesuai jadwal juga berperan besar melindungi anak dari sejumlah penyakit infeksi yang gejala awalnya berupa demam, seperti campak dan influenza. Orang tua disarankan rutin memeriksakan buku KIA dan melengkapi imunisasi dasar anak di posyandu atau puskesmas terdekat.
Di daerah dengan akses kesehatan terbatas, ketersediaan obat penurun panas dan termometer di rumah menjadi persiapan penting. Puskesmas di tingkat kecamatan dan posyandu desa tetap menjadi rujukan pertama bagi keluarga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Dengan penanganan awal yang tepat dan kewaspadaan terhadap tanda bahaya, sebagian besar demam pada anak dapat pulih tanpa komplikasi. Peran orang tua dalam mengenali kondisi anak sejak dini tetap menjadi faktor penentu utama.(*)
Follow