Tujuh Tips Berkendara Malam di Jalan Antarkota NTT yang Wajib Dipatuhi Pengemudi

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Musim pancaroba di Nusa Tenggara Timur kerap membawa perubahan cuaca mendadak, mulai dari hujan lokal singkat hingga kabut tipis di jalur pegunungan. Bagi pengguna jalan yang kerap melintasi ruas antarkota pada malam hari, kesiapan berkendara menjadi kunci keselamatan yang tidak bisa ditawar.

Pertama, pastikan seluruh lampu kendaraan berfungsi sebelum berangkat. Lampu utama, lampu senja, lampu rem, dan lampu sein wajib diperiksa satu per satu. Di ruas sepi seperti jalur trans NTT yang minim penerangan jalan, kondisi lampu yang redup bisa membuat pengendara gagal melihat kendaraan dari arah berlawanan.

Kedua, kurangi kecepatan dibanding kecepatan saat siang hari. Jarak pandang malam jauh lebih pendek, sementara banyak ruas di NTT memiliki tikungan tajam, turunan panjang, dan tepi jalan yang bertebing tanpa pagar pengaman. Kecepatan rendah memberi waktu reaksi lebih panjang ketika muncul hambatan mendadak.

Ketiga, waspadai kendaraan besar seperti truk angkutan hasil bumi yang sering melintas pada malam hari. Gunakan lampu jauh hanya saat benar-benar dibutuhkan dan segera pindah ke lampu near ketika ada kendaraan dari arah berlawanan agar pengemudi lain tidak silau.

Keempat, jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Pada jalur menurun, rem yang dipakai terus-menerus bisa mengalami penurunan kemampuan cengkeram. Manfaatkan engine brake dengan memindahkan gigi ke posisi lebih rendah untuk mengurangi beban sistem pengereman.

Kelima, bawa bekal air minum dan hindari mengemudi dalam kondisi lelah. Rasa kantuk di jalan antarkota yang sepi sangat berbahaya karena reaksi tubuh melambat beberapa detik, padahal kendaraan tetap bergerak puluhan meter setiap detiknya. Jika mengantuk, lebih baik berhenti di tempat terang dan beristirahat sejenak.

Keenam, periksa tekanan ban sebelum perjalanan jauh. Suhu malam yang lebih dingin membuat tekanan ban menurun, sementara ban kurang angin lebih mudah meledak saat dipacu di kecepatan tinggi. Kembangan dan alat pengganti ban serep juga perlu senantiasa dibawa.

Ketujuh, aktifkan aplikasi peta dan bagikan estimasi tiba kepada keluarga di rumah. Sinyal telekomunikasi di sejumlah ruas luar kota masih tidak stabil, sehingga informasi posisi terakhir sangat membantu jika terjadi kendala di tengah jalan.

Perjalanan malam sebenarnya bisa nyaman selama disiplin dan kewaspadaan dijaga. Di musim pancaroba seperti sekarang, kesiapan sederhana yang ditempuh sebelum berangkat sering menjadi pembeda antara perjalanan selamat dan kejadian yang tidak diinginkan.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...