Dewan SaRai Panggil PLN Seba Terkait Migrasi Meteran Listrik

Date:

Share:

Menia, seputar-ntt.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sabu Raijua memanggil pihak PLN Sub Ranting Seba Sabu Barat, terkait laporan masyarakat atas tindakan sewenang – wenang karyawan perusahaan plat merah tersebut yang mengganti meteran pascabayar pelanggan dengan meteran prabayar tanpa persetujuan pelanggan terlebih dahulu. dan atas tindakan itu, dinilaiĀ  sangat merugikan pelanggan sebab sistem meteran prabayar yang hingga saat ini masih bermasalah karena diduga menilep sebagian uang pelanggan saat membeli pulsa prabayar.

Namun RDP tersebut harus dibatalkan karena pihak karyawan PLN Sub Ranting Seba menolak memberikan keterangan dengan dalih bahwa mereka tidak mempunyai kewenangan untuk menjawab pertanyaan DPRD, karena hak tersebut ada pada atasan mereka di PLN Wilayah Oesao. Mereka berjanji akan memberikan keterangan jika ada pendelegasian dari atasan. Bisa juga Pimpinan PLNĀ  yang akan datang ke Sabu Raijua untuk dapat secara langsung memberikan keterangan dihadapan para wakil rakyat tersebut.

Sementara itu, secara terpisah Ketua DPRD Sabu Raijua Paulus Rabe Tuka kepada seputar-ntt.com mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali menyurati pihak PLN Wilayah Oesao agar dapat memberikan keterangan terkait laporan masyarakat tersebut. sedangkan untuk jadwal RDP selanjutnya menurut Paul akan diagendakan ulang setelah mendapat jawaban dari Pihak PLN terkait kesediaannya untuk mengikuti rapat dimaksud.

Namun, secara tegas juga Paul minta agar pihak PLN untuk sementara waktu menghentikan aktifitas penggantian meteran pascabayar milik pelanggan dengan meteran prabayar seperti yang saat ini sedang dilakukan pihak PLN. karena tindakan tersebut dinilai sangat merugikan pelanggan. Sebab kata paul, pelanggan mempunyai hak menolak atau memilih meteran dengan sistem apa yang ingin mereka gunakan dan bukan sebaliknya pihak PLN justru mengganti secara sepihak tanpa meminta persetujuan dari pelanggan.

Dia juga menghimbau agar masyarakat harus dengan tegas menolak jika ada petugas dari PLN yang datang untuk mengganti meteran pascabayar dengan meteran prabayar.

“Himbauan saya, kalau mereka datang untuk ganti ke prabayar pelanggan harus tegas menolak” Ujar Paul. (dedy lay doma)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...