Maumere, seputar-ntt.com – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah kalimat yang dirasa cocok untuk Puskesmas Mapitara. Puskesmas yang berada di lereng Gunung Egon ini selain berada di daerah terpencil, puskesmas ini juga beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan air bersih sehingga pasien harus membawa air bersih dari rumah masing-masing untuk kepentingan pengobatannya.
Bukan hanya itu saja, pantauan wartawan, Rabu (19/1/2017) keadaan di Puskesmas Mapitara amat memprihatinkan pasalnya atap ruang tunggu puskesmas bocor dikala hujan deras mengguyur.
Pasien dan petugas kesehatan di sana harus menghindari aliran air hujan yang melewati plafon ruang tunggu. Lebih lagi atap yang bocor tidak hanya satu titik namun ada beberapa titik sehingga lantai puskesmas yang dialasi dengan keramik berwarna putih tergenang air hujan.
Kondisi ini semakin miris karena atap ruang tunggu puskesmas Mapitara baru selesai dikerjakan oleh kontraktor yang memenangkan lelang atas proyek tersebut pada tahun anggaran 2016.
Hal ini diakui oleh Kepala Puskesmas Mapitara, Yusminus yang dihubungi via telepon. Menurutnya, atap ruang tunggu puskesmas Mapitara beberapa waktu lalu baru selesai dikerjakan oleh kontraktor namun kualitas pekerjaannya jauh dari apa yang diharapkan.
“Benar atapnya baru selesai dikerjakan oleh kontraktor dari CV. Kasih Bunda dengan anggaran Rp.50 juta tapi belum apa-apa atapnya sudah bocor sehingga air hujan mengalir di sekitar ruang tunggu.,” papar Yusminus
Yusminus mengungkapkan bahwa dirinya sudah berusaha untuk menyampaikan permasalahan tersebut ke kontraktor pelaksana untuk segera diperbaiki karena pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan tetapi hingga saat ini belum juga diperbaiki.
“Sejak awal selesai kerja saya sudah pro aktif demikian juga staf lain sampaikan langsung ke kontraktornya yang kebetulan selalu berada di Puskesmas. Kami sudah pernah beberapa kali perbaiki tapi masih bocor, terakhir mereka pasang plafon juga tetap bocor. Setelah itu dijanjikan diperbaiki tapi sampai saai ini tidak juga diperbaiki,” tutur Yusminus.
Lebih lanjut, Yusminus mengatakan kalau dirinya sudah menghadap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk memberitahukan permasalahan ini dan dari dinas langsung menelpon kontraktor pelaksana untuk segera memperbaiki kerusakan yang ada.
“saya sudah menghadap Kepala Dinas untuk sampaikan hal ini dan beliau langsung telpon kontraktor. Mereka janjikan segera perbaiki namun belum juga diperbaiki,” sambung Yusminus.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Dr. Maria B.S Nenu yang ditemui wartawan, Rabu (1/2/2017) pagi di Hotel Sylvia membenarkan adanya laporan dari kepala puskesmas Mapitara yang mengatakan kalau atap ruang tunggu di sana bocor.
Menurut Kadis Maria, problem ini sedang ditindaklanjuti oleh dinas kesehatan sebagai pemilik proyek tersebut. Maria menambahkan bahwa permasalahan yang ada bersumber dari lemahnya sistem pengawasan dan perencanaan.
“Saya akui adanya permasalahan di sana dan itu saya bilang ke DPRD kalau sistem perencanaan dan pengawasan proyek kita sangat lemah.,” ujar Kadis Maria.
Kadis Maria juga menjelaskan bahwa rekanan yang mengerjakan proyek di Puskesmas Mapitara sudah dihubungi namun jawabannya hanya akan segera diperbaiki.
“Rekanan kita juga kadang bekerja tanpa ada niat baik, kalau sudah tidak ada niat baik maka pekerjaan yang dihasilkan tidak maksimal. Rekanan kita hanya membangun saja tapi tidak ikut membangun Kabupaten Sikka,” papar Kadis Maria.
Dalam waktu dekat, imbuh Kadis Maria, pihak Dinas kesehatan akan segera memanggil kontraktor pelaksana untuk memperbaiki kerusakan yang ada di Puskesmas Mapitara sehingga pelayanan kesehatan di sana bisa berjalan normal.(chs).
Follow