Maumere, seputar-ntt.com – Tangis histeris keluarga pecah seketika saat Jenazah Aloysius Kare (51), TKI asal Pulau Palue, Flores diturunkan dari cargo pesawat Nam Air di Bandara Frans Seda Maumere, Rabu (1/2/2017) siang. Istri dan anak almarhum menangis histeris hingga harus dibopong anggota keluarga karena pingsan. Terlihat ada rasa kehilangan yang mendalam dari semua anggota keluarga yang datang menjemput jenazah salah satu pengungsi erupsi Gunung Rokatenda beberapa tahun silam itu.
Aloysius Kare adalah TKI yang selama ini merantau di Kuala Lumpur sejak tahun 2012 silam. Kepergian almarhum ke tanah Jiran itu untuk bekerja menafkahi istri dan tiga orang anak perempuannya yang masih duduk di bangku sekolah, ada yang masih SMA dan ada yang sudah duduk di bangku kuliah.
“Beliau ke Kuala Lumpur bersama seorang temannya, Ambrosius Sabu, yang juga sudah meninggal tahun lalu. Awalnya mereka berdua menuju ke Pontianak tapi setelah sampai di sana mereka dua berpisah. Aloysius ke Kuala Lumpur sedangkan Ambrosius ke Serawak,” ujar Patrisius Tiba, kerabat dari almarhum Aloysius yang ditemui di Bandara Frans Seda Maumere, Rabu (1/2/2017) siang.
Menurutnya, Aloysius pergi ke Kuala Lumpur dengan mengantongi pasport resmi dan menggunakan visa berkunjung yang masa berlakunya hanya satu bulan saja. Selanjutnya Aloysius menetap di sana untuk bekerja sejak tahun 2012. Lebih lanjut, Patrisius mengungkapkan kalau Aloysius meninggal karena menderita sakit di Kuala Lumpur.
“Informasi yang kami dapat, dia meninggal di rumah kontrakannya tanggal 28 Januari 2017 karena sakit TBC. Memang beliau pernah berobat di Rumah Sakit dan dia agak baikan tapi kami dengar dia sakit lagi hingga kami dapat kabar kalau dia sudah meninggal. Lalu kami minta supaya jenazahnya dibawa kembali ke sini supaya bisa dikubur di sini biar dekat dengan anak dan istrinya,” kata Patrisius.
Untungnya, lanjut Patrisius, ada sanak keluarga yang juga bekerja di Kuala Lumpur yang bersedia untuk mengirim pulang Jenazah Aloysius ke Maumere. “Kemarin Jenazah dari Jakarta dan tiba di Kupang dengan pesawat Garuda. Sekarang kami akan bawa dan kubur di rumahnya di Waturia,” sambung Patrisius.
Pantauan wartawan, Jenazah Aloysius diterima oleh tim dari Tagana Kabupaten Sikka dan langsung dimasukan ke dalam mobil Ambulans milik Partai Gerindra untuk kemudian dibawa ke rumahnya di Waturia.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, Dra. Emil Laka yang juga ikut menjemput Jenazah di Bandara Frans Seda Maumere mengungkapkan bahwa keterlibatan Dinas Sosial dan Tagana merupakan tanggung jawab pemerintah atas masyarakat Kabupaten Sikka yang membutuhkan pertolongan.
“Ini merupakan tanggung jawab kami untuk membantu masyarakat yang kesusahan apalagi saya dengar keluarga punya kendala soal biaya untuk pulangkan almarhum dari Malaysia ke sini. Tadi Pak Bupati minta agar keluarga dan jenazah dapat diatur dengan baik sehingga semuanya bisa berjalan lancar,” ungkap Kadis Emil.(chs)
Follow