Kupang, seputar-ntt.com — Aplikasi Gurubot berbasis Artificial intelligence (AI) diluncurkan, untuk mendongkrak literasi dan numerasi para guru di Kota Kupang.
“Masih banyak siswa yang rajin membaca, tapi tidak memahami apa isinya. Jadi mereka hanya membaca saja,” jelas Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernezt Ludji saat membuka kegiatan Gurubot Awareness Seminar, di Hotel Kristal Kupang, Selasa (1/9/2026).
Dijelaskan Ernest, rendahnya peringkat Indonesia dalam literasi dan numerasi, yakni berada di posisi 70 dari 80 negara, menjadi tantangan besar dunia pendidikan. Karena itu, inovasi teknologi yang membantu guru sangat dibutuhkan.
“Kami menyambut baik kehadiran Gurubot. Aplikasi ini diharapkan menjadi solusi dan asisten bagi guru, bukan pengganti. Dengan sistem pembelajaran yang personal dan berbasis game, guru dapat memantau progres siswa dan memberikan intervensi tepat,” ujar Ernezt Ludji
Ernezt Ludji berharap, kolaborasi dengan tim Gurubot, Skilvul, dan Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa dapat berjalan berkelanjutan. Dan meminta, guru di Kota Kupang aktif memberikan masukan agar aplikasi terus berkembang.
“Target kita bersama, literasi dan numerasi di Kupang meningkat. Ke depan, Indonesia bisa masuk 10 besar dari atas,” harap Ernezt Ludji.
Sebelumnya, Program Director Yayasan Daya Kreasi Anak Bangsa, Amanda Simanjuntak mengakui, peringkat literasi dan numerasi Indonesia masih rendah.
“Dari 80 negara, Indonesia berada di posisi 70 atau ranking 10 dari bawah. Kondisi ini menjadi tantangan dan PR bersama,” kata Amanda.
Menjawab persoalan itu, ungkap Amanda, diluncurkan aplikasi Gurubot berbasis Al, yang dikemas dalam bentuk game menyenangkan. Aplikasi ini dirancang sebagai asisten bagi guru, bukan pengganti.
“Gurubot membantu mengajar, memantau progres siswa, dan memberikan rekomendasi intervensi yang tepat karena pembelajaran bersifat personal,” jelas Amanda.
Dengan aplikasi Gurubot, tambah Amanda, guru dapat melihat perkembangan tiap anak secara real time. Ke depan, aplikasi ini diharapkan membantu meningkatkan literasi dan numerasi di Kota Kupang.
Visinya, Indonesia bisa masuk ranking 10 besar dari atas, untuk itu, Amanda, juga memohon masukan guru agar aplikasi terus disempurnakan. (joey)
Follow