Kupang, Seputar-ntt.com – Jelang pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati Juni 2018 mendatang. Sekda NTT Ben Polo Maing meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat menjadi tim sukses pasangan calon tertentu. ASN yang terbukti terlibat mendukung pasangan calon diproses hukum.
Hal itu disampaikan Ben Polo Maing saat membaca sambutan tertulis gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada acara Deklarasi kampanye damai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018, di aula Eltari Kupang, Kamis (15/2/2018).
“Kepada ASN, Saya minta ASN untuk tidak memasuki ruang kampanye ini.
ASN harus netral sebagaimana amanah ketentuan yang telah dikeluarkan. Apabila ada ASN yang menjadi tim sukses. Saya minta Bawaslu untuk memprosesnya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Karena apapun realitanya ASN, harus netral,”katanya.
Sekda meminta masyarakat NTT, dan para kandidat tidak melibatkan ASN sebagai tim sukses. Dia berharap pilkada serentak 2018 berjalan dengan aman, damai dan tertib. “Mari sinergi untuk sukseskan tahapan pilkada damai. Hindari saling mencelah, antar calon dan pendukung para calon yang dapat memicu konflik,”ujarnya.
Ketua Panwaslu NTT, Thomas M. Djawa menambahkan, bahwa para kandidat untuk taat hukum dan konsistensi sesuai jadwal KPU. Kata dia, para kandidat memperhatikan tim kampanye. Tim yang dipakai adalah nama pada saat pendaftaran pasangan calon.
“Apabila ada perubahan nama tim kampanye segera sampaikan. Diharapkan boleh tidak melibatkan ASN, BUMD BUMN, Kepala Desa dan lurah,”katanya.
Sementara untuk alat peraga kampanye, lanjutnya, penempatan harus tepat waktu dan diatur KPU. Pengadaan dan distribusian. Tempat Pemasangan disesuaikan dengan keputusan pemerintah setempat dan KPU.
“Tim pemenangan dan kandidat untuk segera menurunkan alat peraga kampanye dipersimpangan jalan. Lebih terhormat kalau diturunkan sendiri,”ujarnya.
Deklarasi damai itu dihadiri keempat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor 1, Esthon Foenay dan Christian Rotok. Pasangan nomor urut 2 hanya dihadiri calon wakil gubernur Emi J Nomleni, karena calin gubernur Marianus Sae berhalangan hadir. Ada pasangan nomor urut 3 Benny K Harman dan Benny Litelnoni, dan pasangan nomor urut 4 Viktor Laiskodat dan Yosep Nae Soi.
Selain dihadiri pasangan calon, juga dihadiri tokoh lintas agama, tokoh masyarakat. Para kandidat memegang alat peraga kampanye yang bertuliskan, anti politik uang, stop Money Politic, anti Sara, anti Hoax, beta Sonde Golput, dan stop Politik uang. (Pelipus Libu Heo)
Follow