Waingapu, seputar-ntt.com – Calon Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan blusukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Minggu pagi, (8/4/2018). Kehadiran Viktor Laiskidat di Sumba Timur dalam rangka kampanye setelah sebelumnya bertemu dengan masyarakat Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam Blusukan tersebut, Viktor Laiskodat ditemani oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Pekuali, Direktur RSUD Umbu Rara Meha, dr. Lely Harakai, dokter Matius Kitu dan sejumlah tim kampanye Victory-Joss.
Sebelum berkeliling ke ruangan pasien, maupun laboratorium dan sejumlah ruangan kesehatan, Viktor Laiskodat menyempatkan diri untuk melakukan tensi darah. Hasil tensinya, darah Viktor Laiskodat sangat normal yakni 120/80. “Tensi bapak sangat normal yakni 120/80. Untuk umur sperti bapak maka hasil tensi ini menunjukkan bapak dalam kondisi sangat sehat,” ujar dr. Kristin yang melakukan tensi terhadap Viktor Laiskodat.
Direktur RSUD Umbu Rara Meha, Lely Harakai pada kesempatan tersebut memaparkan koondisi Rumah Sakit secara umum dan kondisi kesehatan secara umum masyarakat di Kabupaten Sumba Timur. Dia mengatakan RSUD Umbu Rara Meha sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Sekalipun kami rumah sakit dengan tipe C tapi rumah sakit yang mendapat predikat bintang 5,” ungkap Lely Harakai.
Sementara Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Pekuali pada jesenpatan yang sama mengatakan bahwa saat ini RSUD Umbu Rara Meha adalah rumah sakit rujukan untuk seluruh daratan Sumba. “Ini adalah satu-satunya rumah sakit rujukan untuk daratan Sumba. Dalam debat kemarin pak Viktor telah menyatakan keberpihakannya terhadap kesehatan masyarakat terutama untuk ibu hamil dan anak-anak,” kata Pekuali.
Sementara Viktor Laiskodat pada kesempatan yang sama mengatakan, saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di NTT berada pada urutan bawah dan perlu kerja keras semua pihak untuk mennngkatkannya. Membangun kesehatan adalah bagian dari pembangunan manusia. Sumba ditetapkan sebagai pulau terindah maka Kesehatan itu harus di urus dengan baik.
“Bagaimana jika banyak sekali bule yang datang lalu terjadi kejadian yang luar buasa bagaimana kita mengatasinya jika kita tidak menyaipkan sarana kesehatan yang baik. Saya juga datang untuk belajar dari ibu direktur daripada saya tidur di hotel. Dengan begini saya bisa mengerti dan paham terkait berbagai persoalan kesehatan dan masalah yang ada di rumah sakit. Tadi sempat tensi dan minimal saya tahu kondisi kesehatan saya,” kata Laiskodat. (joey rihi ga).
Follow