BMKG Alor Lewat Program BMKG Goes To School Gelar Sosialisasi Gempa Bumi

Date:

Share:

Kalabahi, seputar-ntt.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Alor dengan program BMKG Goes To School mengadakan sosialisasi gempa bumi dan cara-cara evakuasi dari tsunami dibeberapa sekolah di Kalabahi.

Kegiatan yang berlangsung sejak 5 Nopember sampai 10 Desember 2019 ini berlangsung di SMA St.Yoseph Kalabahi, SMAN 1 Kalabahi, M.Ts Negeri Kalabahi, SMK Mebung dan SMA Kabola.

Kepala BMKG Alor Sumawan mengatakan, dengan kegiatan ini, siswa dibekali dengan ilmu dan informasi tentang proses terjadinya gempa bumi, daerah rawan gempa di Alor dan sekitarnya.

“Kita juga bekali para siswa tentang cara-cara mitigasi gempa bumi dan juga cara memahami peringatan dini tsunami oleh BMKG,” ujarnya kepada media Kamis, 2 Januari 2020 malam.

Dengan BMKG Goes To School ini juga, Kepala BMKG berharap, dapat memberikan bekal kepada generasi muda penerus bangsa agar selalu waspada akan bahaya gempa bumi dan tsunami.

“Sikap dan mental ini akan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terutama generasi muda dalam bersikap yang benar jika terjadi bencana,” tambah Sumawan.

Ia juga menyampaikan, sosialisasi ini sangatlah penting sebab hingga saat ini belum ada yang dapat memprediksi kapan gempa bumi itu akan terjadi.

“BMKG Goes To School ini juga dilakukan simulasi kepada siswa bagaimana mengevakuasi diri sederhana saat terjadi gempa bumi. Selain itu juga kita memberikan rambu titik kumpul (asembly point) untuk dipasang di sekolah sebagai bahan edukasi bagi para siswa,” ungkap Sumawan.

Pada kegiatan ini juga, Kepala BMKG Sumawan menyampaikan informasi singkat aktivitas gempa tahun 2019 berdasarkan catatan BMKG.

“Tercatat 203 kejadian gempa bumi yang terjadi di Alor dan sekitarnya. Jumlah ini sedikit dibawah dengan tahun 2018 dengan catatan 232 kejadian,” katanya.

Lanjutnya, dari 203 kejadian ini, tercatat 8 duantaranya dirasakan oleh masyarakat dengan skala intensitas kurang dari IV MMI.

“Gempa bumi terbanyak terjadi di bulan Nopember dengan jumlah 33 kejadian dan terendah di bulan April dengan jumlah 6 kejadian. Untuk gempa dengan magnitudo terbesar terjadi bulan Juni tepatnya tanggal 20. Pusatnya di laut Flores sebelah utara Pulau Alor dengan kekuatan 5,43 skala richter,” pungkas Sumawan (*Pepenk).

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...