Maumere, seputar-ntt.com – Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera berani meresmikan Taman Kota, Monumen Tsunami Maumere, Jumat (6/10/2017) malam padahal proyek senilai 2,6 Milyar itu masih dipansuskan DPRD Kabupaten Sikka karena terbelit masalah.
Dalam sambutannnya, Bupati Ansar mengatakan, peresmian Monumen Tsunami Maumere sejatinya akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2017 mendatang bertepatan dengan peringatan 25 tahun tragedi gempa dan tsunami tahun 1992 silam. Namun, menurutnya, rencana tersebut dimajukan karena adanya berbagai desakan dari berbagai pihak masyarakat agar Monumen Tsunami segera diresmikan.
“Karena desakan dari berbagai pihak masyarakat yang menginginkan supaya ini sudah bisa dioperasinalkan dan dinikmati, maka saya memilih hari ini untuk meresmikan,” tegas Bupati Ansar.
Informasi yang dihimpun seputar-ntt.com, sejak dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) bulan Oktober 2016 lalu, Pansus DPRD Sikka belum sama sekali mengeluarkan rekomendasi atau hasil kerja mereka. Karena itu, publik balik mempertanyakan kinerja Pansus Taman Kota yang diketuai politisi Golkar, Gorgonius Nago Bapa ini. Sudah sejauh mana Pansus menanggapi persoalan ini dan apa hasil yang dicapai dari selama hampir satu tahun.
Salah satu anggota Pansus Taman kota, Yosep Karmianto Eri yang dihubungi Seputar-ntt.com, Jumat (6/10/2017) sore mengungkapkan, keputusan Bupati Ansar untuk meresmikan Taman Kota tanpa koordinasi dengan DPRD terutama Pansus Taman Kota. Menurutnya, hingga saat ini Pansus masih terus bekerja dan sedang mengagendakan pelaporan hasil pansus dalam Badan Musyawarah (Banmus) mendatang.
“Silahkan saja Bupati resmikan itu tapi tidak menyurutkan kerja pansus. Tim Pansus akan selesaikan tugasnya dan itu tunggu timing yang tepat untuk masuk dalam agenda Banmus dan harus dilaporkan dalam Paripurna,” tegas politisi PKB ini.
Diakui alumnus STFK Ledalero yang akrab disapa Manto ini, seturut Tata Tertib (tatib)DPRD Sikka, waktu kerja pansus susah selesai namun karena belum melaporkan hasil kerjanya, Pansus tetap akan bekerja hingga rapat Paripurna.
Ketua DPRD, Rafael Raga belum berhasil dikonfirmasi terkait persoalan ini padahal sebelumnya Rafael yang pertama menyatakan mosi tidak percaya atas pemerintahan AnSar dalam pidato politiknya saat pembukaan sidang paripurna Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD tahun anggaran 2016, Jumat (2/9/2016) lalu.
Ketika dihubungi seputar-ntt.com via pesan whatsApp, Jumat (6/10/2017) siang, Ketua DPD Golkar Sikka ini sama sekali tidak meresponnya. Rafael hanya membaca isi pesan tanpa ada balasan.
Sementara itu, Direktur Lembaga Advokasi dan Pendidikan Kritis (Bapikir), John Bala mengatakan, sejak awal pembangunan Monumen Tsunami sudah tersandung masalah lingkungan dan dugaan KKN sehingga direspon DPRD dengan membentuk Pansus Taman Kota. Namun, bagi John, kinerja Pansus sangat lemah sehingga belum menghasilkan rekomendasi.
“Taman Kota itu bermasalah. Yang menjadi soal bagi kita saat ini, kita punya pemerintah yang agresif dan melanggar aturan tapi lembaga DPRD-nya lemah. Mengapa pemerintah tetap superior dihadapan DPRD? Akibatnya, rakyat terpolarisasi dalam pragmatisme Pilkada dan penyakit kesadatan semu yang akut,” tandas John.
Terpisah, salah satu masyarakat yang dihubungi seputar-ntt.com, Mardy da Gomez, mengungkapkan, Bupati Ansar belum layak untuk meresmikan Taman Kota karena prosesnya tersandung masalah yang dilaporkan beberapa LSM dan kelompok masyarakat dan masih ditangani pansus taman kota.
Mardy menilai, kinerja pansus belum maksimal karena belum menghasilkan rekomendasi. Karena itu ia menduga, pansus sudah terkontaminasi kepentingan tertentu.
“Ada alur proses kegiatan pansus tapi pansus dikebiri oleh kepentingan politik yang berakhir naas. Lantaran hasil akhir dari pansus itu sungguh pahit karena tidak ada resume dan rekomendasi,” papar Mardy.(tos)
Follow