Kupang, seputar-ntt.cm – Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus ingin melakukan transformasi besar untuk menjadikan Bank NTT sebagai lembaga keuangan yang kuat, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat NTT.
“Kita ingin Bank NTT bukan sekadar bank daerah, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat NTT. Setiap kebijakan yang kami ambil diarahkan untuk membawa perubahan nyata, meningkatkan efisiensi, dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan,” ujar Charlie Paulus kepada fortuna.press usai dilantik.
Pria kalem asal Maumere ini menegaskan sejumlah fokus awal dirinya nanti adalah penanganan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). Baginya keberhasilan mengatasi kredit bermasalah akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat kinerja keuangan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bank NTT.
“Kredit bermasalah itu cukup besar sekarang. Saya akan membuat tax Force khusus untuk mengatasi yang bermasalah ini,” kata dia
Selain memperbaiki kualitas kredit, Charlie juga mendorong efisiensi internal dengan menekan berbagai hal yang dianggap boros. Menurutnya, efisiensi bukan berarti pengurangan semangat kerja, tetapi penataan ulang agar setiap sumber daya digunakan tepat sasaran dan menghasilkan kinerja optimal.
“Program-program penghematan. Tapi bidang-bidang yang mana saya mau perhatikan dulu. Yang boros-boros itu harus dikurangi. Itu aja kalau diperbaiki sudah bagus,” tandasnya.
Sebagai bagian dari restrukturisasi internal, ia menyampaikan langkah strategis untuk mengurangi jumlah pegawai di bidang administrasi dan meningkatkan jumlah tenaga profesional di bidang kredit dan pemasaran.
“Sekarang itu kalau kita lihat sebaran karyawan Bank NTT itu tidak balance. Di bagian-bagian administrasi operasional terlalu banyak. Sedangkan di bisnis-bisnis center seperti di perkreditan itu kurang. Bagusnya kalau yang di bisnis itu 70 persen dan di operasional 30 persen,” beber Charlie.
Tak hanya itu, Bank NTT juga tengah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi (IT) dalam setiap lini kerja. Melalui sistem digital yang terintegrasi, proses pelayanan akan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Digitalisasi bukan pilihan, tapi keharusan. Kita sedang membangun fondasi IT yang kuat agar layanan Bank NTT bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil,” imbuhnya.
Di sisi pengawasan, Charlie memastikan bahwa sistem pengendalian internal (internal control) akan terus diperkuat. Peningkatan sistem pengawasan ini bertujuan agar seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).(*)
Follow