Cukup dari Kecukupan

Date:

Share:

Leon aku dipanggil oleh teman-temanku, karena tingkahku yang pemberani, menolong orang dan kuat.. mereka bilang aku seperti singa.

aku dirumah cuma berdua dengan mama, dia yang mengajariku untuk tegar, lawan setiap masalah dan berdiri diatas tantangan. itu sebab aku dinamai Leon.

Bekerja memulung adalah aktifitasku sehari-hari. kaleng, kardus dan muk dari bahan plastik adalah temanku. Cukup banyak bisa sampai 2 atau 3 kilo setiap hari aku pikul sampai tempat pertukaran barang bekas. Dari situ aku bisa katongi duit sekitar 15 ribu sampai 17 ribu rupiah.

Umurku masih 14 tahun. tapi otot-ototku sudah terlihat seperti seorang binaraga. yaah barang-barang itu yang membuatku seperti ini.

Suatu ketika di hari jumat siang aku berhasil kantongi uang sebesar 30 ribu rupiah. artinya dalam sehari aku 2 kali ke tempat pertukaran itu dengan berat yang hampir sama. senang sekali hati ini, mama pasti senang.

Namun dalam perjalanan pulang melewati sebuah masjid, banyak orang yang baru selesai sholat jumat. Terlihat seorang anak duduk menangis. aku beranikan diri menghampirinya, ternyata sendalnya hilang. Sendal itu baru saja dibeli bapaknya, dan dia takut untuk pulang. Kasihan sama anak itu, akhirnya hatiku tergerak untuk menolongnya. Kupikir korbankan 15 ribu utk membeli sendal untuk anak ini, kan masih ada 15 ribu lagi.

Singkat cerita aku mengajak anak itu ke toko yang tidak jauh dari masjid itu, kubelikan dia sendal, yang menurutnya hampir sama dengan sendalnya yang hilang.

anak itu sangat senang, dan aku menawarkan diri untuk mengantarnya pulang dan jelaskan ke bapaknya agar bapaknya tidak marah.

sesampai dirumah anak itu, bapaknya keluar, aku pun menjelaskan kenapa anaknya memakai sendal yang berbeda. bapak anak itu tersenyum ( nama bapak anak itu tuan frans) dia mengajakku masuk ke rumahnya dan aku ditawari makan siang bersama.

Cukup lahap aku makan. Setelah itu aku pamit pulang. Leon!! panggilan tuan Frans membuatku kaget.. iya pak.. sahut ku.. didepan pintu sudah ada sedikit beras untuk kamu bawa pulang, anggap saja ini untuk balas jasa atas kebaikanmu. Tapi saya sudah dikasi makan tadi, itu sudah cukup; sahutku menolak pemberian tuan Frans. Iya, tapi mama kamu belum rasakan hasil budi baikmu terhadap kami, bawalah, kami ikhlas. tidak ada alasan untuk menolak lagi. Bersyukur sekali, hasil kerja dan kebaikanku tidak sia-sia, mama pasti senang.

sobat berilah dari kecukupanmu, bersyukur dalam segala hal, sukacita milikmu. 😉

Cerpen by Muzeis

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...