Kalabahi, seputar-ntt. com – Ikatan Mahasiswa Pulau Pantar (IMP2) menggelar aksi demontrasi di kantor DPRD Kabupaten Alor, Kamis, 6/8/2026 pagi.
Dalam orasinya, mereka meminta DPRD Kabupaten Alor agar transparan terkait kondisi kesehatan Bupati Alor yang akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan di publik.
“Bupati adalah pejabat publik sehingga persoalan kesehatannya harus disampaikan ke masyarakat. Jangan sampai pemerintahan jalan tanpa kepastian,” ujar salah satu orator aksi, Ansar Ali Seli.
Dalam penyampaiannya, ia juga menuntut adanya transparansi terkait biaya pengobatan Bupati Alor yang telah digelontorkan pemerintah daerah.
“Kami melihat tidak ada keseriusan Bupati Alor dalam melakukan pengobatan sehingga kami minta anggaran yang ada ini dikembalikan saja ke kas daerah. Kalaupun ada penggunaannya maka harus dibuka secara transparan,” katanya.
Dalam aksi ini IMP2 kembali mendesak DPRD Alor untuk segera menyampaikan kejelasan rekomendasi pengobatan dan pemulihan Bupati Alor itu sejauh mana, serta rekomendasi resmi dari tim pemulihan dan tim medis terkait kebutuhan pengobatan lanjutan.
Selain itu, mereka juga meminta kepastian mengenai kemampuan Bupati Alor untuk kembali menjalankan tugas pemerintahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sekali lagi, isu kesehatan Bupati Alor memang ramai diperbincangkan setelah beberapa agenda penting daerah dihadiri oleh Wakil Bupati,” tegas Seli.
Masa aksi juga mendesak DPRD mengusut dan memastikan pertanggungjawaban penggunaan anggaran pengobatan serta mengambil langkah untuk membentuk pansus untuk hak angket dan lain-lain yang dianggap perlu.
Menemui masa aksi, Kasubag Humas dan Protokol. Cristoforus Pulingmahi menyampaikan jika hari ini hingga tanggal 8 Agustus, seluruh anggota DPRD sementara melakukan kunjungan kerja ke setiap wilayah.
“Mungkin teman-teman kecewa karena tidak dapat menemui anggota dewan. Saran saya kalau bisa aksi ini bisa dijadwalkan ulang,” harap Pulingmahi. (*)
Follow