Kupang, seputar-ntt.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang merespon upaya yang akan dilakukan pihak kelurahan dalam mengantispaai melonjaknya melakukan pendatang baru pasca perayaan Lebaran 2017.
“Penertipan warga baru yang direncanakan oleh pihak kelurahan falam penertipan penadatang baru diwilayah kelurahan tersebut.Namun tentunya diperlukan suatu pertemuan bersama dengan para ketua RT/RW yang ada diwilayah tersebut untuk menyepakati poin dalam penertipan akan kenyamanan dan keamanan masyarkat,” kata anggota dewan asal partai Hanura, Melkianus Balle kepada wartawan di Kantor DPRD, saat dimnatai tanggapan upaya yang dilakuka pihak kelurahan Fatululi dalam penertipan pendatang baru,Kamis (6/7/2017).
Menurut mantan ketua komisi II DPRD Kota ini, dalam me jaga kenyamanan dan keamanan warga di tiap wilayah tentunya tugas RT/ RW jika ada warga baru harus terindentifikasi oleh pihak RT yakni dari mana asal orang tersebut dan memiliki dokumen surat pinda atau tidak.
“Tugas dari para ketua RT ini penting dalam pengecekn pendatang baru diwilayahnya, karena ditakuti tidak tau asal-usul orang pada wilayah tersebut lalu seolah-olah ada yang mengaku bertanggungjawab,” kata Balle.
Sementara itu Lurah Fatululi, Richardo Therik mengatakan dalam upaya menjaga kenyamanan dan keamanan di tingkat Kelurahan Fatululi mulai ancang-ancang melakukan antisipasi pendatang baru dari luar daerah ke wilayah tersebut pasca berakhirnya perayaan Lebaran 2017.
“Kami kini akan lakukan operasi pendatang baru di 48 wilayah RT, karena kindisi ini kerab terjadi menyusul arus balik Lebaran,” kata Therik
Menurutnya, wilayah kelurahan Fatululi menjadi tujuan kaum urban, karena Fatululi adalah wilayah yang memiliki tempat usaha yang cukup bagus dan juga memilki banyak kamar kos dan rumah sewa di wilayah Fatululi.
“Secara data di Kelurahan Fatululi memiliki 3 ribu 175 kamar kos, dengan jumlah penduduk tetap 16 ribu 567 penduduk hingga per 1 Juli 2017,” kata Therik.
Sementara yang bekerja, kata Therik baik itu PNS, guru, dosen, TNI, Polri dan pendeta sebanyak
5 ribu 920 orang, dan pekerja swasta sebanyak 3 ribu 420 orang yang bekerja diwilayah Fatululi.
“Dengan data yang ada ini maka kita perlu lakulan operasi, karena takut pasca Lebaran ada pendatang baru lagi. Ya kami berencana pada Jumat akan lakulan operasi bersama para ketua RT diwilayah masing,” tegas Therik.
Therik menambahkan, masalah penanganan pendatang baru pihak kelurahan telah meminta kepada semua ketua RT baru terpilih wajib mengecek 1×24 jam warga baru, karena takut jangan sampai RT santai di rumah dan tiba- tiba ada warga yang datang laporan ada warga baru diwilayah RT tersebut, maka itu sudah tugas seorang ketua RT sudah dianggap tidak bagus lagi, sebab adanya pembiaran dan masyarakat yang pantau. (riflan hayon)
Follow