Dorong Kemandirian Garam Nasional, Marthen Dira Tome Bilang NTT Harus Jadi Sentra Produksi

Date:

Share:

Jakarta, seputar-ntt.com – Bupati pertama Kabupaten Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, menilai terbitnya Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian garam nasional sekaligus memperkuat peran daerah, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai sentra produksi.

Marthen yang kini fokus mengembangkan tambak garam melalui PT Nataga Raihawu Industri (NRI) menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha garam dalam negeri. Ia menegaskan, target Indonesia mandiri garam pada 2027 merupakan langkah realistis mengingat potensi sumber daya alam yang dimiliki.

“Indonesia adalah negara bahari yang dikelilingi laut. Ironis jika setiap tahun masih mengimpor garam dalam jumlah besar,” ujar Marthen dalam keterangannya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan garam nasional selama ini masih dipenuhi melalui impor dari Tiongkok, India, dan Australia, dengan volume mencapai sekitar 2,8 juta ton per tahun.

Menurutnya, produksi garam sejatinya tidak memerlukan teknologi yang rumit. “Cukup dengan menjemur air laut menggunakan sinar matahari dan bantuan angin, garam dapat dihasilkan,” katanya.

Marthen menilai NTT memiliki keunggulan komparatif untuk menjadi pusat produksi garam nasional. Selain wilayah laut yang luas, intensitas penyinaran matahari di NTT mencapai 8 hingga 9 bulan per tahun, kondisi yang dinilai ideal untuk pengembangan tambak garam.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan industri garam tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga memiliki dampak ekonomi berantai (trickle-down effect). Pembangunan tambak garam diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran, serta mengurangi kemiskinan di daerah.

“Jika selama ini kebutuhan nasional dipenuhi dari luar negeri, mengapa tidak dari NTT saja? Daripada terjadi aliran modal keluar (capital flight), lebih baik dana tersebut berputar di dalam negeri dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia pun mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius mengoptimalkan potensi garam nasional, termasuk melalui dukungan regulasi, investasi, dan penguatan infrastruktur produksi di wilayah-wilayah potensial seperti NTT.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...