Forsa Tolak Anwar Pua Geno, Fraksi Golkar Persilahkan Ke DPP

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Suara Rakyat (Forza) Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, (6/10/2014) melakukan aksi unjuk rasa menolak penetapan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno.

“Kami menolak penetapan Anwar Pua Geno sebagai ketua DPRD NTT,” kata Rio Touwala, Ketua Forza NTT saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD NTT.

Dalam tuntutannya, Forza dengan tegas mendesak DPP Partai Golkar untuk segera mencabut penetapan Anwar Pua Geno sebagai Ketua DPRD NTT. “Kami juga minta agar DPP Partai Golkar mengganti ketua DPRD terpilih dengan kader yang lebih layak,” katanya.

Menurut dia, penetapan Anwar Pua Geno melanggar prinsip partai, dan keputusan Rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar pada 2013 lalu. Dimana disebutkan Ketua DPRD harus pernah menjabat sebagai anggota DPRD sebelumnya. “Sedangkan Anwar hanya anggota DPRD pergantian antarwaktu,” katanya.

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPD 1 Golkar NTT, Muhamad Anshor saat bertetap muka dengan para mahasiswa mengatakan bahwa keputusan DPP untuk menetapkan Anwar Pua Geno menjadi Ketua DPRD NTT sudah sesuai mekanisme yang ada di Partai Golkar

“Apa yang ditetapkan oleh DPP sudah sesuai mekanisme sehingga jika teman-teman tidak puas silahkan menyampaikan nya ke DPP di Jakarta. Sebagai Anggota DPRD apa yang menjadi tuntutan teman-teman sudah kami sampaikan ke DPD 1 Partai Golkar NTT,” kata Anwar.

Anggota DPRD dari Partai Nasdem, Alex Ena yang juga turut menerima para pendemo mengatakan, apa yang menjadi tuntutan mereka berada diluar jangkauan dengan kewenangan Anggota. “ini diluar kewenangan kami karena memang Golkar yang menang dan itu sudah urusan Golkar. Kami tentu hanya mengikuti,” katanya.

Sementara Anggota DPRD dari PKPI, Jefry Un Banunaek saat dimintai komentarnya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT mengatakan, apa yang dituntut oleh masyarakat harus dilihat sebagai sebuah warning bagi partai politik dalam menempatkan figur atau kadernya sebagai pimpinan DPRD.

“Bagaimana seseorang yang tidak mendapatkan legitimasi sosial dari masyarakat kemudian menjadi pemimpin, itu harus dipikirkan oleh Partai dalam menempatkan kadernya. Sehingga saya pikir ini adalah warning bagi partai politik kedepan dalam menetapkan kadernya dalam posisi tertentu,” ujar Jefry. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...