Gandeng Marthen Dira Tome, Ibrahim Agustinus Medah Bangun Tambak Garam di Rote Timur

Date:

Share:

Ba’a seputar-ntt.com — Upaya mengembangkan potensi garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diperluas ke Kabupaten Rote Ndao. Pembangunan tambak garam kini dilakukan di Kampung Maeoe, Desa Pukuafu, Kecamatan Rote Timur.

Pengembangan tambak garam tersebut digagas Ibrahim Agustinus Medah dengan menggandeng Marthen Dira Tome dari Kabupaten Sabu Raijua yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan pengelolaan tambak garam.

Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap awal. Pekerja tengah melakukan pembersihan dan pemerataan lahan yang akan digunakan sebagai area tambak.

Ibrahim mengatakan, pembangunan tambak garam tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi baru, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi.

“Kehadiran tambak garam di Kampung Maeoe ini diharapkan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat,” ujar Ibrahim.

Ia menargetkan tambak garam tersebut sudah dapat mulai berproduksi pada Oktober atau November 2026.

Untuk merealisasikan rencana itu, Ibrahim memilih menggandeng Marthen Dira Tome. Menurut dia, pengalaman Marthen dalam mengembangkan tambak garam menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kerja sama tersebut.

“Kita gandeng Pak Marthen dalam membangun tambak garam ini karena beliau sudah berpengalaman,” katanya.

Marthen Dira Tome mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya telah melakukan survei terhadap lokasi yang akan dikembangkan menjadi tambak garam.

Hasil survei, kata Marthen, menunjukkan lahan di kawasan Rote Timur cukup luas dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan produksi garam.

“Kita sudah survei lokasi tambak garam di Rote Timur dan lahannya cukup luas serta memiliki potensi untuk pengembangan tambak garam,” kata Marthen.

Ia mengaku terdorong untuk terlibat dalam pengembangan tambak tersebut karena melihat komitmen Ibrahim Agustinus Medah untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Saya terpacu untuk membantu karena melihat semangat Pak Iban Medah yang begitu luar biasa. Di usia senja masih berpikir tentang masyarakat supaya mereka dapat kerja,” ujarnya.

Menurut Marthen, perhatian terhadap penciptaan lapangan kerja tersebut sejalan dengan gagasan yang selama ini dikembangkan dalam pengelolaan tambak garam di Sabu Raijua.

“Apa yang selalu dipikirkan oleh Pak Medah itu juga menjadi pemikiran kami bagi masyarakat di Sabu Raijua dan NTT pada umumnya,” katanya.

Marthen memastikan pihaknya tidak hanya membantu pada tahap pembangunan awal. Timnya akan turut mendampingi pengembangan tambak hingga memasuki tahap produksi.

“Kita akan mendampingi mereka sampai pada produksi,” ujar Marthen.

Pendampingan itu, lanjut dia, dilakukan melalui dukungan tenaga terlatih sekaligus berbagi pengalaman mengenai teknik dan tata cara kerja tambak garam.

“Kita bantu dengan tenaga terlatih dan kita juga berbagi pengalaman cara kerja tambak garam,” katanya.

Pengembangan tambak garam di Rote Timur ini sekaligus menjadi bagian dari gagasan yang lebih besar untuk mendorong NTT menjadi salah satu daerah yang mampu berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional.

“Kita punya mimpi bersama bahwa NTT harus memberi kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan garam nasional,” kata Marthen.

Dengan dimulainya pembangunan di Kampung Maeoe, Desa Pukuafu, tambak garam tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat Rote Timur, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan industri garam di NTT.(jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...