Kupang, seputar-ntt.com – Menjelas musim hujan tahun 2025-2026, Pemerintah Kota Kupang lewat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersiahan (DLHK) Kota Kupang mulai menyiangi dahan dan ranting pohon di sepanjang jalan protokol di wilayah Kota Kupang menjulur hingga ke badan jalan.
Kondisi ini mengakibatkan sejumlah lampu penerangan jalan (LPJU) terhalang oleh dahan dan ranting pohon. Karena itu maka Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang melakukan pembersihan dengan memangkas dahan dan ranting pohon di sepanjang jalan protokol di wilayah Kota Kupang.
Pemangkasan dahan dan ranting pohon ini juga sekaligus untuk penataan kembali ruang milik jalan di sepanjang Jalan El Tari, Jalan S. K. Lerik dan Jalan protokol lainnya, Sabtu (11/12/2025). Kegiatan yang dilakukan DLHK ini dipimpin langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, dr. Yulianus Nauk bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dinas terkait lainnya.
Kepala DLHK Kota Kupang, dr. Yulianus Nauk menjelaskan bahwa kegiatan penataan ini dilakukan untuk mempercantik wajah Kota Kupang, terlebih di jalan-jalan utama yang ada di Kota Kupang. Karena, ujar dr. Yulianus Nauk, banyak ranting pohon yang menutupi nyala LPJU pada malam hari sehingga cahaya LPJU tidak maksimal.
“Kami memangkas dan merapikan pohon-pohon yang menutupi cahaya lampu. Karena itu perlu dilakukan pemangkasan agar lebih tertata baik sehingga cahaya dari lampu bisa menerangi jalan, untuk memudahkan pengendera ketika melewati jalan-jalan tersebut, ” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pemangkasan dan penataan pohon di sepanjang jalan protokol ini dilakukan setiap tahun, agar lebih mempercantik Kota Kupang dan lebih asri. Untuk sampah batang dan ranting pohon ini, langsung dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak.
“Kalau ada masyarakat yang ingin memanfaatkan batang dan ranting pohon ini juga bisa difasilitasi dan petugas akan mengantarkan langsung ke rumah warga yang meminta. Bisa dimanfaatkan untuk kayu bakar, untuk makanan ternak dan untuk pupuk,” jelasnya.
Hingga saat ini, pekerjaan tersebut sudah hampir selesai, dan menghasilkan puluhan bahkan hingga 100 lebih truk sampah. Truk yang ada pun dimaksimalkan dengan beberapa kali mengangkut batang dan ranting pohon, dibuang ke TPA Alak, lalu datang dan mengangkut lagi.
Dia katakan bahwa untuk menjaga Kota Kupang agar tetap Asri dan cantik, dibutuhkan peran semua warga untuk ikut menjaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi, program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang saat ini adalah mengatasi masalah sampah dan itu harus dimulai dari setiap rumah tangga. (joeyrihiga/advertorial)
Follow