Jemaat Terbelah, Teny Medah Bilang Happy Puppy Provokator

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com –  Wakil  Ketua DPRD Kota Kupang, Marthinus Medah, meminta pemerintah Kota Kupang harus menutup tempat Karaoke keluarga, Happy Puppy. Keberadaan tempat hiburan itu dinilai menjadi provokator, sehingga memecah belah Jemaat Koinonia, Kuanino, Kota Kupang.

“Selain tidak etis karena keberadaan tempat Karaoke itu berhadapan dengan gereja. Tempat itu juga harus ditutup, karena  telah memprovokasi jemaat Koinonia yang bisa berdampak pada perpecahan di masyarakat. Kalau tidak ditutup kemungkinan bisa menjadi konflik sosial yang berkepanjangan,” Kata Medah Kepada wartawan di Gedung DPD II, Golkar Kota Kupang, Kamis (3/3/2016).

Pemerintah Kota Kupang, kata Teny Medah sebaiknya menutup tempat hiburan tersebut, atau memindahkan ketempat lain, sebab sebagian besar masyarakat sudah tidak menghendaki keberadaan tempat Karaoke tersebut.

Keberadaan Happy Puppy, Lanjut Teny,  sangat mengganggu ibadah, karena mereka juga buka pada hari minggu dimana jemaat sedang melakukan ibadah. Hal itu diperparah dengan tidak tersedianya tempat parkir yang layak sehingga mobil pengunjung menimbulkan kemacetan.

“Saya sarankan pemerintah segera memindahkan, sebelum Jemaat marah dan menutup paksa tempat itu. Saya juga jemaat Koinonia, dan saya juga tidak setuju dari keberadaan tempat karaoke tersebut,” kata Medah.

Ketika disinggung bahwa tempat tersebut mengantongi ijin resmi, dan tidak ada regulasi yang mengatur soal radius antara rumah ibadah, dan tempat hiburan, Medah tetap meminta pemerintah harus menutup tempat itu dengan memperhitungkan aspek sosial.

“Kalau pemerintah membiarkan, maka ini akan menjadi emberio baru. Besok-besok bisa saja ada tempat hiburan yang berhadapan langsung dengan Mesjid, Pura, maupun gereja-gereja lainnya,” Tegas Medah.

Hal yang sama juga disampaikan Mantan Ketua DPRD, Tellendmark Daud. Menurutnya, keberadaan tempat Karaoke itu telah menimbulkan konflik baru. Konflik yang ditimbulkan bukan hanya konflik vertikal tapi juga konflik horisontal dengan Tuhan, oleh karena itu dirinya menyarankan pemerintah harus menutup tempat itu.

Ketua Lingkungan I Kelurahan Kuanino, Jhoni Ballo mengaku, ketika ketua majelis Jemaat dan jemaat berdiskusi dengan pemerintah, Rabu (2/3/2016). Ketika pemerintah berencana membuat tim untuk mengkaji ijin dari Happy Puppy, pihak gereja sudah mempunyai tekad yang bulat untuk menutup tempat tersebut, terlepas dari apapun hasil yang didapat dari tim bentukan pemerintah Kota, dan pihak Kepolisian.

“Sikap gereja sudah jelas dan menolak. Apalagi sebelumnya tempat itu sudah beroperasi tanpa ijin dan ditutup. Seharusnya ketika mereka beroperasi tanpa ijin dan ditutup, pemerintah sudah harus bersikap tegas dan mengijinkan lagi mereka beroperasi,” tegasnya. (riflan hayon)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...