Kenaikan Anggaran MBG Lebih Produktif Dibanding Kenaikan Gaji

Date:

Share:

Opini : Lay A. Yeverson

Pemerintah merencanakan kenaikan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp171 triliun pada tahun 2026. Bagi sebagian orang, angka ini mungkin terlihat besar, namun menurut pendapat saya, langkah ini justru sangat strategis dan produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat secara langsung, khususnya bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan gratis bagi pelajar, tapi lebih dari itu, ia menjadi jembatan antara belanja negara dan kesejahteraan masyarakat kelas bawah. Petani, peternak, dan nelayan akan menjadi pihak yang diuntungkan karena mereka adalah pemasok bahan pangan utama dalam program ini. Dengan adanya permintaan yang pasti dan berkelanjutan dari negara, mereka akan memiliki pasar yang stabil dan pendapatan yang lebih terjamin. Ini tentu akan meningkatkan perputaran ekonomi di desa-desa, pasar lokal, dan koperasi pangan.

Berbeda halnya jika pemerintah hanya menaikkan gaji secara umum tanpa diimbangi dengan produktivitas sektor riil. Kenaikan gaji yang tidak terukur justru dapat menjadi pemicu inflasi, karena daya beli meningkat sementara suplai barang dan jasa tidak otomatis bertambah. Ini akan berujung pada kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, yang justru bisa masyarakat berpenghasilan rendah.

Program MBG secara langsung membutuhkan pasokan besar bahan makanan seperti beras, sayur, buah, daging, telur, dan ikan. Artinya, petani, peternak, dan nelayan yang menjadi suplayer utama dalam rantai pasok makanan akan menjadi pihak yang sangat diuntungkan. Ketika permintaan bahan pangan meningkat dalam skala nasional dan terjamin oleh program pemerintah, maka harga jual produk mereka akan lebih stabil dan cenderung menguntungkan.

Lebih jauh lagi, distribusi dana MBG akan memperkuat ekosistem pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku UMKM di sektor pangan akan terdorong untuk meningkatkan produksi dan efisiensi. Program ini menciptakan multiplier effect yang nyata, di mana uang negara benar-benar mengalir langsung ke masyarakat akar rumput, bukan hanya berhenti di atas kertas atau di level atas rantai distribusi.ompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Dari sudut pandang tersebut, saya meyakini bahwa kenaikan anggaran MBG jauh lebih produktif dan berdampak positif bagi perekonomian nasional ketimbang sekadar menaikkan gaji. MBG menciptakan efek berantai—mulai dari produksi hingga distribusi—yang langsung melibatkan masyarakat luas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Jika dilaksanakan dengan transparansi dan pengawasan yang baik, kebijakan ini tidak hanya memberi makan anak-anak Indonesia, tapi juga menghidupkan ekonomi keluarga para petani, peternak, dan nelayan di seluruh pelosok negeri.(*)

 

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...