Kenali Gejala Tifoid Sejak Dini, Waspadai Demam Panjang di Musim Pancaroba NTT

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Musim pancaroba yang tengah melanda sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur membawa risiko peningkatan penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman, salah satunya tifus atau demam tifoid. Masyarakat dihimbau mengenali gejala dini penyakit ini agar penanganan medis dapat dilakukan secepatnya.

Tifoid disebabkan bakteri Salmonella typhi yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di daerah dengan akses air bersih masih terbatas, kebiasaan mengonsumsi air yang tidak dimasak hingga mendidih menjadi salah satu pintu utama masuknya bakteri ini ke tubuh manusia.

Gejala khas tifoid demam yang meningkat bertahap, seringkali lebih tinggi pada sore dan malam hari, disertai sakit kepala, lemas, nafsu makan menurun, dan nyeri pada perut. Pada sebagian penderita muncul pula sembelit atau justru mencret. Karena gejalanya mirip demam biasa, banyak orang menunda pemeriksaan sehingga penyakit baru diketahui saat sudah memburuk.

Pihak yang lebih rentan terserang adalah anak-anak usia sekolah dan usia produktif yang banyak beraktivitas di luar rumah. Anak yang demam lebih dari tiga hari tanpa kepastian penyebab sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan darah lengkap serta pemeriksaan khusus seperti widal atau test cepat tifoid, agar diagnosis tidak sekadar dugaan.

Pencegahan tifoid sebenarnya sederhana dan muris. Beberapa langkah utamanya adalah membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet, mengonsumsi air yang dimasak hingga mendidih, menghindari jajanan yang terbuka atau dicuci dengan air mentah, serta menjaga kebersihan tempat pengolahan makanan keluarga.

Bagi warga yang tinggal di wilayah dengan pasokan air PAM terbatas dan bergantung pada sumur atau air tangki, pemeriksaan kebersihan sumber air menjadi penting. Jarak septik dengan sumur yang terlalu dekat menjadi salah satu jalur kontaminasi yang lazim ditemukan di permukiman padat.

Vaksinasi tifoid juga tersedia dan dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan, terutama bagi anak-anak dan orang yang tinggal di lingkungan berisiko tinggi. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat mengenai jadwal dan jenis vaksin yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Demam yang berkepanjangan bukan perkara sepele. Semakin awal tifoid dikenali dan diobati, semakin kecil risiko komplikasi seperti perdarahan usus yang dapat membahayakan jiwa. Mengenali gejala dini, menjaga kebersihan, dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan adalah langkah paling sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga di NTT.(*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Prakiraan Cuaca NTT Jumat 9 Oktober 2026: Cerah Berawan, Waspada Angin Kencang

Prakiraan cuaca NTT 9 Oktober 2026: Kupang cerah berawan tanpa hujan, suhu 14-34 Celsius, waspada angin kencang 32 km/jam di Sabu dan Waingapu.

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...