Korban Kekerasan di NTT Meningkat Tajam

Date:

Share:

Kupang,Seputar NTT.com – Jumlah korban tindak kekerasan yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup tinggi. Sesuai data yang dihimpun Dinas Sosial Provinsi NTT sampai dengan bulan September 2013, jumlah tindak kekerasan yang terjadi di NTT sebanyak 3.531 kasus.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTT, Drs.Sinun Petrus Manuk pada acara pembukaan kegiatan bimbingan ketrampilan usaha ekonomi produktif (UEP) bagi korban tindak kekarasan yang diikuti sebanyak 120 peserta dari enam kecamatan yang ada di Kota Kupang di Hotel Sasando Kupang,Kamis (5/9).

Menurut Petrus, untuk mengatasi permasalah tersebut maka pelaksanaan program dan kegiatan lintas sektor maupun keterlibatan aktif Organisasi Sosial (Orsos) dan LSM yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap korban kekerasan terus dilakukan dalam berbagai upaya penyelamatan pemulihan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejatheraan sosial antara lain korban kekerasan.

“Untuk mencegah dan mengurangi meningkatnya korban kekerasan terus dilakukan pemerintah saat ini namun masih menemui berbagai hambatan. Sikap tertutup dari keluarga atau masyarakat terhadap permasalahan yang dihadapi membuat data tidak akurat,” katanya.

Petrus mengatakan, dalam mewujudkan misi pembangunan di Provinsi NTT Dinas Sosial NTT sebagai penanggungjawab program di bidang kesejatheraan sosial diarahkan pada upaya pemberdayaan masyarakat dengan menjalin kerjasama dengan semua pihak terhadap upaya penyelematan, pemulihan dan pemberdayaan penyandang masalah kesejahteraan sosial yakni korbam tindak kekerasan.

“Kurangnya terbuka dari keluaraga dan masyarakat ini juga merupakan varian fenomena “gunung es” yang secara fakta hanya sebagain kecil yang muncul dipermukaan sedangkan sebagain besar tidak keliahatan di permukaan,sehingga menimbulkan permasalahan yang baru dan semakin rumit,” ujarnya.

Petrus menambahkan, keikutsertaan masyarakat, Orsos dan LSM serta lembaga lain sangat penting dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi korban tindak kekerasan sehingga langka penanganannya diselenggarakan oleh pemerintah dalam memberikan bimbingan ketrampilan bagi korban tindak kekerasan dapat lebih maskimal dirasakan manfaatnya oleh korban.

“Melalui bimbingan ketrampilan yang dapat bermanfaat bagi korban dalam mengelola bantuan yang diberikan dalam bentuk bantuan modal usaha untuk meningkatkan kesejatheraan keluarga,” pungkasnya. (Joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...