Laasar Bulu, Polisi Humanis di Sabu Raijua Yang Bantu Bangun Rumah Untuk Warga Tak Mampu

Date:

Share:

Bolou, seputar-ntt.com – Jalan hidup telah mengantarnya untuk mengabdi di negeri yang dijuluki pulau sejuta lontar. Pulau yang kokoh berdiri di tengah samudera Hindia dan hanya berteman dengan ganasnya ombak di musim barat. Sebagai anggota polisi, dia sadar bahwa dimanapun negara menugaskan, dia akan siap dengan segenap jiwa dan raga menjadi pengayom masyarakat.

Namanya Laasar Marlen Bullu. Saat ini pangkatnya Aipda. Polisi yang biasa di panggil Asar ini kini bertugas sebagai Ps. Kanit Propam Polsek Sabu Timur, Polres Sabu Raijua. Tahun 2010 dia memulai tugas di Pulau Sabu. Wilayah yang baru saja mekar dari Kabupaten Kupang. Belum ada Polres Sabu Raijua. Kabupaten Sabu Raijua saat itu masih menjadi wilayah hukum Polres Kupang.

Bertugas di Sabu Raijua tak mematahkan semangat Asar Bullu untuk bekerja dengan sepenuh hati sebagai anggota polisi. Di Pulau Sabu pula dia menemukan pendamping hidupnya. Dia merasa bukan lagi sebagai orang asing di pulau itu. Dia sudah menjadi menantu dari orang Sabu yang konon katanya berasal dari Hindia belakang.

“Saya mulai bertugas di Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2010. Di Sabu saya menemukan istri saya dan saya sangat mencintai pulau Sabu. Tahun 2010 itu masih belum ramai seperti sekarang. Saya masih dibawah Polres Kupang,” tutur Asar Bullu tentang kisahnya di Sabu Raijua pada media ini.

Laasar Bullu menyadari bahwa di Sabu Raijua masih banyak orang yang hidup di rumah yang tak layak huni. Salah satu yang selalu mengganggu tidurnya adalah kondisi gubuk milik tetangganya Marthen Nguru. Tetangga yang hidup tanpa istri dan anak itu tinggal di sebuah gubuk kecil yang sudah miring dan atapnya sudah berlubang.

“Hati saya tidak tenang melihat kondisi rumah Pak Marthen Nguru. Bapak Matobo biasa kami panggil. Saya lalu bicara dengan istri bagaimana kalau dari kelebihan berkat yang kita punya, kita bangun rumah kasih bapak Matobo. Istri bilang kalau bapak mau, saya siap dukung dari belakang,” ungkap Asar Bullu.

Bersama tetangga dan warga sekitar, Laasar Bullu kemudian membangun rumah tembok untuk Marthen Nguru. Semua bahan bangunan dia tanggung. Dia minta bantuan dari mertua untuk kebutuhan kayu. Tetangga dan saudara yang punya keahlian sebagai tukang datang membantu secara suka rela. Maka jadilah rumah tembok milik Marthen Nguru.

“Saya minta bantuan bapa mantu untuk kebutuhan kayu. Baik itu untuk kayu atap maupun untuk kusen. Kami kerja gotong royong. Ada saudara yang juga bisa tukang bangun sehingga kami kerja sama-sama. Intinya sekarang bapa Matobo sudah tinggal di rumah yang layak sehingga kalau hujan maupun angin, kami tidak pikiran lagi,” ungkapnya.

Laasar Bullu menyadari bahwa, dia bukan orang yang punya penghasilan besar dan bisa membantu banyak orang. Dia sadar bahwa, saudara terdekat adalah tetangga. Dan dia tidak nyaman jika tetangganya tidur di gubuk yang tak layak huni.  Walaupun baru bisa menolong satu tetangga, paling tidak Laasar Bullu telah memberi contoh dalam berbagi dan telah menyalakan lilin kepedulian bagi sesama.

Lantas apa kata Marthen Nguru setelah rumahnya dibangun oleh Laasar Bullu. Pria yang sudah renta itu merasa terharu karena dia tak lagi memiliki harapan untuk tidur dan beristirahat  di rumah tembok seperti sekarang. Dia yakin bahwa Tuhan telah mengirim orang baik dalam rupa seorang anggota polisi untuk membantunya.

“Saya tidak menyangka nanti punya rumah tembok. Saya tidak punya istri atau anak. Rumah yang saya tinggal sudah miring. Saya paling takut dengan polisi, tapi ternyata polisi yang datang tolong untuk bantu saya bangun rumah. Ini orang baik yang Tuhan kirim,” ujar Marthen Nguru dalam bahasa Sabu. (jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...