Labuan Bajo, seputar-ntt.com – Harapan masyarakat Dusun Liang Panas, Desa Tondong Belang, Kabupaten Manggarai Barat untuk menikmati aliran listrik kini semakin mendekati kenyataan. Menjelang dimulainya pembangunan perluasan jaringan kelistrikan, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Labuan Bajo bersama Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores menggelar sosialisasi program Listrik Dusun kepada warga setempat pada Rabu (09/09).
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai tahapan pembangunan jaringan, pemanfaatan lahan untuk infrastruktur kelistrikan, prosedur penyambungan baru, pemanfaatan aplikasi PLN Mobile, hingga edukasi keselamatan ketenagalistrikan.
Melalui pendekatan dialogis ini, PLN ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari warga. Dengan demikian, hadirnya aliran listrik kelak dapat dimanfaatkan secara aman, tertib, dan berkelanjutan.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa perluasan akses listrik hingga ke pelosok perdesaan merupakan wujud komitmen PLN dalam meretas keterisolasian energi serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Bagi warga, hadirnya listrik bukan sekadar membuat rumah menjadi terang. Listrik membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar lebih baik, mendukung gerak roda ekonomi keluarga, memperluas akses informasi, dan menggali potensi desa. Oleh karena itu, seluruh proses pembangunan kami dorong melalui kolaborasi yang erat bersama pemerintah desa dan warga,” ujar Eko.
Eko menambahkan, kesiapan dan keterlibatan masyarakat merupakan fondasi penting sebelum infrastruktur kelistrikan dibangun dan dioperasikan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses menghadirkan listrik itu sendiri. Dukungan terhadap kelancaran pembangunan jaringan, penggunaan layanan resmi, serta kepatuhan pada aspek keselamatan listrik menjadi kunci agar manfaatnya dirasakan secara optimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, menekankan pentingnya keselarasan antara kesiapan teknis di lapangan dengan dukungan sosial masyarakat, terutama terkait penggunaan lahan jalur jaringan.
“Kejelasan dan persetujuan pemanfaatan lahan menjadi faktor krusial dalam pembangunan jaringan. Melalui komunikasi yang baik sejak awal, pekerjaan di lapangan dapat berjalan tertib dan potensi kendala dapat diminimalkan,” terang Reza. Ia juga mengajak warga untuk ikut menjaga fasilitas kelistrikan setelah pembangunan selesai demi keberlanjutan layanan.
Rencana elektrifikasi ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Tondong Belang. Plt. Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Severius Vedi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian PLN terhadap kebutuhan dasar warga Liang Panas.
“Kehadiran listrik adalah kerinduan yang telah lama dinantikan warga. Ini akan menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong kemajuan desa kami. Pemerintah desa siap memfasilitasi dan mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan agar elektrifikasi ini segera terwujud,” tutur Fransiskus.
Pada kesempatan yang sama, Manager PLN ULP Labuan Bajo, Oscarlian Ratu, memberikan sosialisasi mengenai aplikasi PLN Mobile sebagai saluran resmi layanan kelistrikan.
“Kami mengenalkan kepada warga bahwa proses pasang baru, tambah daya, hingga pengaduan gangguan kini dapat dilakukan dengan mudah melalui PLN Mobile. Kami mendorong masyarakat memanfaatkan saluran resmi ini agar pelayanan lebih transparan, mudah dipantau, serta terhindar dari praktik perantara atau calo,” kata Oscarlian.
Selain aspek pelayanan, aspek keselamatan kelistrikan juga menjadi fokus edukasi. PLN mengingatkan warga untuk menggunakan instalasi kelistrikan yang sesuai standar, tidak melakukan penyambungan mandiri secara ilegal, menghindari penggunaan beban berlebih pada satu titik kontak, serta menjaga jarak aman dari jalur kabel listrik.
“Listrik membawa banyak manfaat, namun harus dikelola dengan aman. Pemahaman keselamatan ini kami tanamkan sejak dini agar saat listrik menyala di rumah-rumah warga, manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal tanpa mengabaikan faktor keamanan,” imbuh Oscarlian.
Sosialisasi berjalan interaktif melalui diskusi dua arah. Warga secara aktif mengajukan pertanyaan serta memberikan masukan terkait rencana rute jaringan, proses administrasi, hingga hal teknis selama masa pembangunan.
Sinergi antara PLN UP3 Flores Bagian Barat, PLN UP2K Flores, ULP Labuan Bajo, Pemerintah Desa Tondong Belang, serta warga Liang Panas diharapkan mampu mewujudkan mimpi terang di Liang Panas—membuka lembar baru bagi pendidikan, ekonomi, dan masa depan desa yang lebih berdaya.(*)
Follow