NTT Status Hijau PMK dan LSD, Merah Untuk ASF

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com — Provinsi NTT dinyatakan bebas dari Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi, tapi status merah untuk African Swine Fever (ASF) yang menyerang babi.

Demikian Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan) RI, Bambang M.M. pada kegiatan Penguatan Pembangunan Pertanian di aula El Tari Kupang, Rabu (12/4/2023).

Terkait dengan hama penyakit, ujar Bambang, saat ini sudah menunjukan angka yang melandai di beberapa provinsi di Indonesia, yang sebelumnya ditetapkan sebagai daerah merah.

“Meskipun melandai, kita tetap harus waspada, dengan menjaga fasilitas-fasilitas security disetiap pintu masuk dan keluar, baik di pelabuhan maupun bandara,” tegas Bambang.

Untuk itu, kedatangan mereka untuk memastikan fasilitas security, yang terkait dengan dampak keluar masuk lalu lintas hewan, jangan sampai terkontaminasi dengan penyebab penyakit, terutama terkait dengan PMK dan LSD.

“Kita jaga jangan sampai tersebar ke daerah lain. Jadi karantina tetap menjaga agar tidak melalulintaskan hewan dari daerah-daerah yang sudah dtetapkan zona merah oleh pemeintah ke daerah yang hijau, kecuali dari daerah yang hijau ke daerah merah boleh dilalu lintaskan,” kata Bambang.

Dijelaskan Bambang, baik LSD maupun PMK di Provinsi NTT masih zona hijau, sehingga bebas masyarakat peternak untuk memasarkan ternaknya ke seluruh Indonesia, karena masih kategori hijau.

“Untuk itu, hal ini yang menjadi upaya kerja keras jajaran Karantina, Pemda dan masyarakat serta dukungan TNI/Polri, untuk turut mempertahankan bagaimana NTT ini tetap berstatus hijau untuk LSD dan PMK, kecuali ASF NTT merah, karena menyerang babi,” paparnya.

Mengatasi ASF yang ada, lanjut Bambang, sudah ditemukan serum yang diberikan kepada kelompok peternak, untuk disuntikan ke babi piaraannya, agar tidak terjangkit.

“Hingga saat ini belum ada vaksin untuk pencegahannya,tapi kita sudah menemukan serumnya yang diberikan kepada kelompok peternak untuk diberikan kepada babinya, agar tidak terjangkit ASF,” lanjutnya.

Bambang mengakui, virus ASF sangat efektif diredam dengan serum tersebut, sehingga terus melakukan gerakan kepada masyarakat, terutama yang memiliki ternak babi yang masih sehat. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...