Pemkab Rote Ndao Luncurkan Program Rote Mengajar 2026, Ajak Diaspora dan Profesional Menginspirasi Ribuan Pelajar

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggandeng komunitas anak muda Kamu Rote Ndao meluncurkan program Rote Ndao Mengajar 2026, sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak diaspora, akademisi, profesional, pelaku usaha, hingga komunitas dari berbagai daerah untuk mengajar sehari dan menginspirasi generasi muda di pulau paling selatan Indonesia.

Mengusung tema “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”, program tersebut menjadi bagian dari implementasi Mbule Lua “Rote Ndao Cerdas” sekaligus pengejawantahan Gerakan Mai Fali E, yakni ajakan kepada putra-putri daerah dan para profesional untuk kembali memberi kontribusi bagi tanah kelahiran melalui ilmu pengetahuan dan pengabdian.

Koordinator Partnership Rote Mengajar, Angky Hanas, mengatakan program tersebut lahir dari keyakinan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga pendidik, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Melalui Rote Ndao Mengajar 2026, kami mengajak para profesional, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada peserta didik di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Angky.

Menurut dia, menjadi relawan tidak harus mengajarkan mata pelajaran di kelas. Kehadiran seorang profesional yang memperkenalkan profesinya, berbagi pengalaman hidup, hingga memberikan motivasi kepada siswa dinilai mampu membuka cakrawala baru tentang berbagai pilihan masa depan.

“Anak-anak di Rote selama ini cenderung mengenal profesi yang ada di sekitar mereka, seperti guru, anggota TNI-Polri, bidan atau perawat. Padahal masih banyak profesi lain yang bisa mereka cita-citakan. Di situlah para relawan hadir untuk memperluas wawasan mereka,” katanya.

Angky menjelaskan, gagasan Rote Mengajar sebenarnya pernah dilaksanakan pada 2015 oleh sejumlah tokoh muda Rote Ndao. Namun, program tersebut sempat terhenti sebelum akhirnya dihidupkan kembali melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di bawah kepemimpinan Bupati Paulus Henuk.

Ia mengatakan, konsep Gerakan Mai Fali E sebelumnya pernah diperkenalkan saat Kabupaten Rote Ndao baru terbentuk sebagai ajakan kepada diaspora untuk kembali mengisi berbagai posisi pemerintahan yang masih kosong.

Kini, semangat tersebut diperluas dengan mengundang para diaspora dan profesional dari berbagai bidang untuk pulang mengabdi, meski hanya sehari, melalui kegiatan kelas inspirasi di sekolah-sekolah.

“Kami ingin anak-anak memiliki perspektif yang lebih luas mengenai pilihan pendidikan dan profesi. Mereka bisa mengetahui perjalanan para profesional, tantangan yang dihadapi, hingga langkah-langkah untuk mencapai cita-cita mereka,” ujarnya.

Program Rote Mengajar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Agustus 2026.

Pada hari pertama, para relawan akan tiba di Rote Ndao, mengikuti penyambutan dan pembekalan di rumah jabatan bupati bersama psikolog pendidikan sebelum diberangkatkan ke sekolah-sekolah tujuan.

Selanjutnya, para relawan akan menjalani program live in dengan tinggal di sekitar lokasi sekolah agar dapat berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.

Puncak kegiatan berlangsung pada 24 Agustus melalui pelaksanaan kelas inspirasi di 33 sekolah yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. Setiap sekolah akan didampingi sekitar enam hingga tujuh relawan dari berbagai latar belakang profesi.

Pada hari terakhir, seluruh relawan kembali berkumpul di Kota Baa untuk mengikuti Diskusi Kebangsaan bersama pemerintah daerah. Forum tersebut rencananya menghadirkan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said serta mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebagai narasumber.

Anggota Partnership Rote Mengajar, Sherwin Ufi, mengatakan panitia masih membuka pendaftaran relawan hingga pekan ini sebelum dilakukan pembagian ke sekolah-sekolah.

Ia menambahkan, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan inovasi berupa skema pendampingan atau mentoring, khususnya bagi siswa tingkat SMA.

Menurut Sherwin, banyak pelajar yang masih kebingungan menentukan arah pendidikan maupun profesi yang ingin mereka tekuni setelah lulus sekolah.

“Kalau mereka ingin menjadi dokter, masuk IPDN, atau profesi lainnya, maka mentor akan membantu memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang harus dipersiapkan sejak dini,” katanya.

Skema tersebut akan diuji coba pada pelaksanaan tahun ini dan diharapkan menjadi model pendampingan berkelanjutan yang semakin diperkuat pada penyelenggaraan berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan Rote Mengajar menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia berbasis kolaborasi.

Selain memperkuat kualitas pendidikan di Rote Ndao, program ini juga diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi oleh kabupaten dan kota lain di Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah akademisi, tokoh diaspora Rote, serta profesional yang berada di Kota Kupang maupun di luar NTT disebut telah menyatakan minat dan mendaftarkan diri sebagai relawan untuk berbagi inspirasi kepada generasi muda di Kabupaten Rote Ndao.

Dengan mengusung semangat “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap gerakan ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun manusia Indonesia melalui pendidikan, dimulai dari pulau paling selatan Nusantara. (jrg)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...