Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Dan Kepuasan Konsumen Produk Industri Pangan Berbahan Dasar Jagung Di Provinsi NTT

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Salah satu misi Pemerintah Provinsi NTT yang tertuang dalam RPJMD adalah memberdayakan ekonomi masyarakat, yang berbasis pada keunggulan potensi lokal di bidang pertanian. Sejalan dengan itu, Pemerintah Daerah NTT sudah bertekad untuk mewujudkan NTT sebagai Provinsi Jagung untuk mendukung ketahanan pangan daerah, regional dan nasional.

Program pengembangan produksi jagung di NTT sudah dan sementara dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah guna mendukung tercapainya tekad pembangunan yang ingin menjadikan NTT sebagai provinsi jagung. Kebijakan tersebut perlu diikuti dengan upaya peningkatan konsumsi jagung. Fenomena yang ada berkaitan dengan konsumsi jagung akhir-akhir ini adalah bahwa kedudukan jagung sebagai bahan pangan pokok bagi masyarakat di NTT sedang  digantikan oleh beras. Bersamaan dengan itu, jagung sebagai bahan baku produk pangan bukan pokok juga sudah mulai berkembang di berbagai daerah, namun perkembangannya tergolong lambat.

Studi pendahuluan yang dilakukan pada UMKM dan instansi Pemerintah Daerah terkait dan lembaga-lembaga penelitian, menyimpulkan bahwa aspek pemasaran merupakan salah satu permasalahan yang mempengaruhi lambatnya perkembangan UMKM produsen pangan olahan jagung di Provinsi NTT. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian dan kepuasan konsumen melalui strategi pemasaran produk industri pangan berbahan dasar jagung di Provinsi NTT dan merumuskan strategi pengembangan UMKM produk industri pangan berbahan dasar jagung di Provinsi NTT.

Oleh karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting dari perusahaaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang pada akhirnya dapat menghasilkan keuntungan. Untuk itu diperlukan informasi mengenai penerapan bauran pemasaran pada UMKM yang ada, keputusan pembelian dan kepuasan konsumen produk industri pangan berbahan dasar jagung, model kombinasi bauran pemasaran yang tepat dalam membuat keputusan pembelian dan kepuasan konsumen, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta faktor yang paling mempengaruhi pengembangan usaha dalam melaksanakan strategi pemasaran produk olahan jagung. Strategi pemasaran melalui bauran pemasaran (marketing mix) yang merupakan strategi dasar manajemen pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya. Bauran pemasaran juga memiliki peranan penting dalam mempengaruhi konsumen untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen ke pasar. Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat.

Untuk itu penelitian ini akan mengukur indikator-indikator setiap variabel yang pengaruhnya paling dominan agar strategi pengembangan yang dirumuskan akan lebih komprehensif.  Pengukuran tersebut dimungkinkan dengan menggunakan metode analisis jalur menggunakan teknik SEM (struktural equation model), sedangkan strategi pengembangan UMKM yang memproduksi pangan berbahan dasar jagung di NTT tidak saja menggunakan hasil evaluasi bauran pemasaran produk namun perlu mempertimbangkan aspek lain yang terkait, baik yang tergolong variabel lingkungan internal maupun lingkungan external UMKM.  Berkenaan dengan fakta tersebut, maka perumusan strategi pemasaran produk pangan berbahan dasar jagung oleh UMKM pada penelitian ini akan menggunakan metode QSPM dimana hasil evaluasi bauran pemasaran menjadi salah satu input variabel lingkungan internal UMKM. Oleh karen yaitu sasaran dari penelitian ini adalah UMKM produk pangan berbahan dasar jagung, instansi pembina atau pendamping UMKM, dan konsumen akhir dari produk pangan berbahan dasar jagung.

Data bauran pemasaran produk olahan dikumpulkan melalui survey pada 462 responden konsumen di 8 Kabupaten sampel (Kupang, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Manggarai Barat dan Nagekeo). Metode statistika yang digunakan adalah metode SEM (structural equation model), untuk menguji model hipotetik adanya korelasi antara setiap komponen bauran pemasaran secara parsial dan secara bersama dengan keputusan konsumen dan kepuasan konsumen baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Perumusan strategi dan analisis prioritas strategi pengembangan UMKM produsen pangan berbahan dasar jagung dilakukan dengan menggunakan metode QSPM (qualitative strategic planning matrix).

Hasil analisis terhadap data bauran pemasaran menunjukkan bahwa pengujian terhadap model hipotetik bauran pemasaran yang dihipotesiskan tersebut belum memenuhi syarat model yang sesuai (model fit), sehingga dilakukan spesifikasi ulang. Selanjutnya, analisis korelasi dan regresi dengan metode SEM menunjukkan bahwa:

  1. Semua variabel indikator memiliki hubungan yang signifikan dengan konstrak-konstrak yang diukurnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator-indikator yang digunakan cukup valid dalam mengukur konstrak bauran pemasaran (P1), harga (P2), tempat (P3), promosi (P4); dan kontrak keputusan konsumen (K1) dan Kepuasan konsumen (K2).
  2. Konstrak bauran produk (P1) dan harga (P2) memiliki korelasi yang signifikan terhadap keputusan konsumen (K1) dengan tingkat kepercayaan > 99%, sedangkan bauran tempat dan promosi memiliki korelasi yang tidak signifikan secara stratistik, dengan tingkat kepercayaan berturut-turut 93,7% dan 86,1% (< 99%).

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa keputusan konsumen membeli produk pangan berbahan dasar jagung sangat dipengaruhi oleh bauran Produk dan Harga, dan kurang dipengaruhi oleh bauran tempat dan promosi. Dua faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memutuskan pembelian adalah karakter produk dan harga jual, sedangkan tempat penjualan lebih mempengaruhi aksesibilitas konsumen.  Aspek  promosi kurang berpengaruh karena jagung dan produk-produk berbahan dasar jagung yang diproduksi/dijual sudah dikenal oleh masyarakat setempat (diversifikasi jenis produk belum banyak dikembangkan).

Kepuasan konsumen pasca pembelian dipengaruhi oleh Keputusan Konsumen, dan karakter produk. Keputusan konsumen untuk membeli didasarkan atas pengenalannya terhadap jenis produk tersebut. Karakteristik produk (rasa, dan sebagainya) juga mempengaruhi kepuasan konsumen karena produk jagung tersebut dikonsumsi bukan atas pertimbangan nilai gizi tetapi berdasarkan hedonisitas konsumen (sebagai makanan camilan).

Tiga indikator utama setiap komponen bauran pemasaran berdasarkan hasil analisis yang berpengaruh langsung setiap indikator sebagai berikut:

  1. Indikator utama bauran produk adalah: bentuk produk; rasa dan tekstur; dan desain grafis label kemasan (huruf dan gambar).
  2. Indikator utama bauran harga adalah: harga yang terjangkau daya beli konsumen; kesesuaian antara harga dan manfaat yang diperoleh konsumen; dan harga yang lebih murah dibandingkan produk sejenis yang diproduksi oleh industri menengah/besar atau produk sejenis dari luar daerah.
  3. Indikator utama bauran tempat adalah: kemudahan diakses pembeli; banyak pilihan tempat penjualan; dan ketersediaan stok yang cukup.
  4. Indikator utama bauran promosi adalah: promosi keunggulan produk oleh produsen; promosi produk oleh penjual; dan promosi oleh pemerintah setempat.

Hasil analisis strategi pengembangan UMKM dengan metode QSPM  didapatkan bahwa  faktor-faktor Internal utama yang menjadi kekuatan UMKM,  antara lain: perencanaan produksi, karakteristik produk, kualitas produk dan pengawasan mutu produksi, sedangkan yang menjadi kelemahan UMKM adalah kemampuan permodalan, tempat dan sistem penjualan, promosi produk dan teknologi produksi.  Faktor-faktor eksternal utama yang menjadi peluang bagi UMKM terdiri dari: kestabilan pasokan bahan baku, harga bahan baku yang terjangkau, kestabilan pembelian oleh konsumen dan harga yang diinginkan konsumen, sedangkan yang menjadi ancaman bagi UMKM adalah ancaman produk sejenis dari luar daerah, adanya persaingan usaha antar UMKM, kebijakan pemerintah dan makroekonomi.

QSPM ini dilakukan dengan tiga tahapan pelaksanaan analisis, yaitu tahap pemasukan, tahap pencocokan, dan tahap keputusan.  Dalam tahap pemasukan digunakan matriks eksternal factor evaluation (EFE) dan internal factor evaluation (IFE). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa skor total dari matriks IFE sebesar 2,880 menunjukan UMKM produk pangan berbahan dasar jagung berada pada posisi yang rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk mengatasi kelemahan yang ada. Skor total matriks EFE sebesar 2,923 menunjukan posisi UMKM produk pangan berbahan dasar jagung sedang/rata-rata dalam memanfaatkan/merespon peluang untuk mengatasi ancaman yang ada dari luar UMKM produk pangan berbahan dasar jagung.

Dalam tahap pencocokan digunakan matriks Internal-Eksternal dan Matriks SWOT/TOWS. Matriks I-E dihasilkan melalui penggabungan informasi yang diperoleh dari matriks EFE dan IFE untuk mendapatkan informasi mengenai posisi UMKM guna mempermudah dalam pemberian alternatif strategi. Berdasarkan nilai matriks EFE dan IFE tersebut, didapatkan UMKM produk pangan berbahan dasar jagung berada pada posisi strategi utama kuadran V, yakni strategi hold and maintain (menjaga dan mempertahankan).  Strategi hold and maintain tersebut dapat dilakukan melalui strategi penetrasi pasar (peningkatan pemasaran) dan pengembangan (diversifikasi) produk. Analisis SWOT  menghasilkan 4 (empat) strategi pengembangan UMKM produk pangan berbahan dasar jagung, yakni:

  1. Strategi S-O : intensifikasi produksi, dengan cara mempertahankan mutu dan harga serta meningkatkan produktivitas (Strategi S1);
  2. Strategi W-O : peningkatan kapasitas produksi, dengan cara meningkatkan teknologi produksi dengan memanfaatkan kredit perbankan dan membangun jejaring pemasaran (Strategi S2);
  3. Strategi S-T : diversifikasi, dengan cara mengembangkan jenis dan varian produk dan peningkatan kualitas kemasan (Strategi S3); dan
  4. Strategi W-T : pengembangan aspek promotif, dengan cara memperluas jejaring pemasaran dan promosi yang didukung kebijakan pemerintah daerah.

Pada tahap keputusan digunakan matriks QSPM dengan nilai pada TAS menunjukkan skala prioritas masing-masing alternatif strategi  yaitu:

  1. Peningkatan kapasitas produksi: dengan cara meningkatkan teknologi produksi melalui pemanfaatan kredit/bantuan modal dan membangun jejaring pemasaran (strategi W-O);
  2. Intensifikasi produksi: dengan cara mempertahankan mutu dan harga serta meningkatkan produktivitas (strategi S-O);
  3. Promosi produk: dengan cara memperluas jejaring pemasaran dan promosi yang didukung kebijakan pemerintah daerah (strategi (W-T); dan
  4. Diversifikasi produk: dengan cara mengembangkan jenis dan varian produk dan peningkatan kualitas kemasan (strategi S-T).

Berdasarkan strategi-strategi tersebut, maka saran/rekomendasi yang dirumuskan dari hasil penelitian ini terdiri dari:

  1. UMKM perlu melakukan:
  • Diversifikasi jenis dan varian produk olahan berbahan dasar jagung.
  • Memperbaiki desain label kemasan yang lebih menarik dan bersifat promotif dan menambahkan informasi yang wajib dicantumkan sesuai dengan Permenkes Nomor 79/Menkes/Per/III/1978 tentang Label dan Periklanan Makanan.
  • Melakukan diferensiasi harga berdasarkan segmentasi pasar agar produkyang dihasilkan dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen secara maksimal, dalam arti bahwa harga jual yang ditetapkan perlu memperhatikan tempat penjualannya, apakah di sekolah, outlet, swalayan, dsb.
  • Mengembangkan jalinan kerjasama dengan banyak tempat penjualan (kios, toko, minimarket, rumah makan dan sebagainya) pada lokasi-lokasi yang strategis sesuai target pasar produknya.
  • Melakukan kerjasama dengan sesama pelaku UMKM agar bisa saling memperkuat usaha. Misalnya dengan membuat paket promosi bersama yang bisa saling menguntungkan UMKM.
  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk dengan cara meningkatkan kualitas dan kapasitas teknologi pengolahan.
  • Mengakses fasilitas kredit perbankan untuk mendukung pembiayaan pengembangan teknologi dan modal kerja dalam meningkatkan produktivitas.
  1. Adanya dukungan kebijakan dan program pemerintah berkaitan dengan:
  • Pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan riset dan pengembangan dalam upaya diversifikasi jenis dan varian produk dan aspek pengemasan (jenis bahan dan desain label kemasan) untuk diterapkan oleh UMKM.
  • Fasilitasi dan bantuan peralatan dalam rangka modernisasi teknologi pengolahan.
  • Kebijakan promosi penjualan produk UMKM binaan pada setiap kegiatan pemerintahan di daerah (rapat kerja dan sebagainya).
  • Pembinaan dan pendampingan dalam proses produksi, pengawasan mutu produksi, pengelolaan manajemen usaha dan strategi pemasaran. * Peneliti Marince P. Tunardjo dan Robert Alex Serang (advertorial/balitbangdantt)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...