Kupang, seputar-ntt.com — Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Sudaryono di Graha Undana, Kupang, Rabu (16/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi HKTI NTT untuk memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
Ketua DPD HKTI NTT, Fernando Joze Osorio Soares, mengatakan kepemimpinan Sudaryono di tingkat nasional menjadi salah satu modal penting bagi HKTI NTT dalam memperjuangkan aspirasi petani di daerah.
Menurut Fernando, Sudaryono dinilai memiliki perhatian terhadap persoalan yang dihadapi petani dan diharapkan terus menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan pemerintah.
“Ketua Umum menjadi role model bagi HKTI NTT. Beliau selalu hadir di tengah petani dan mendengar keluh kesah mereka,” kata Fernando dalam sambutannya.
Fernando mengatakan, setelah kepengurusan dilantik, HKTI NTT akan memperkuat konsolidasi hingga ke 22 kabupaten/kota di NTT.
“Kami akan datang ke 22 kabupaten/kota untuk menjadi mata dan telinga bagi petani,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan yang selama ini diberikan kepada petani NTT, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit.
Namun, Fernando berharap dukungan tersebut terus diperluas, terutama untuk membantu petani yang terdampak bencana gempa di Flores.
“Kami tetap mengharapkan perhatian dari pimpinan HKTI, terutama bagi petani yang terdampak gempa Flores. Mereka membutuhkan bantuan untuk pemulihan, khususnya infrastruktur pertanian yang rusak,” katanya.
Fernando juga berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi petani NTT. Menurut dia, posisi Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional dapat menjadi peluang untuk memperkuat keterkaitan antara program MBG dan produk pertanian lokal.
“Harapannya, MBG bisa memberi nilai tambah bagi petani NTT. Dengan demikian, ekonomi petani bisa bertumbuh dan naik kelas,” katanya.
Secara nasional, Sudaryono memang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional setelah sebelumnya menjadi Wakil Menteri Pertanian. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat NTT.
“Pertanian adalah aktivitas penting bagi masyarakat NTT dan menjadi pilar utama pembangunan,” kata Melki dalam sambutannya.
Ia menyebut sektor pertanian memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja dan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian utama pemerintah daerah.
“Kami pastikan pertanian di NTT bukan lagi bagian dari proses pembangunan, tetapi menjadi sektor utama dalam pembangunan,” ujarnya.
Menurut Melki, penguatan sektor pertanian juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
“Sektor pertanian menjadi hal penting bagi kelanjutan pemulihan di daerah bencana,” katanya.
Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono mengatakan petani NTT tidak perlu ragu menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan kepada pemerintah.
Ia menegaskan, sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
“Presiden menaruh pertanian sebagai ujung tombak dan program andalan. Sektor pangan menjadi ujung tombak melawan kemiskinan,” kata Sudaryono.
Ia juga menegaskan pentingnya peran petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Indonesia swasembada pangan harus didukung oleh petani yang bekerja keras,” ujarnya.
Sudaryono meminta pengurus HKTI NTT tidak ragu membawa berbagai persoalan dan program pertanian dari daerah untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Semua program pertanian dari NTT jangan ragu untuk disampaikan kepada pemerintah,” katanya.
Sudaryono saat ini tercatat sebagai Ketua Umum HKTI dan Kepala Badan Gizi Nasional. Situs resmi HKTI juga mencantumkan Sudaryono sebagai Ketua Umum organisasi tersebut.
Ia mengatakan HKTI memiliki posisi strategis untuk menjembatani kepentingan petani dengan pemerintah, termasuk dalam mendukung agenda swasembada pangan.
“Apapun yang diminta petani NTT akan kami perjuangkan,” kata Sudaryono.
Dalam konteks penguatan pertanian dan MBG, pemerintah juga telah menekankan keterkaitan program pangan dengan produksi petani, peternak, dan nelayan. Kementerian Pertanian sebelumnya menyebut sektor pertanian dapat menjadi pemasok kebutuhan pangan untuk program MBG sekaligus membuka pasar bagi produk pangan lokal.
Pelantikan pengurus DPD HKTI NTT tersebut selanjutnya diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, sekaligus memperbesar ruang bagi petani untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.(joey)
Follow