Menia, seputar-ntt.com – Di tengah berbagai tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, seorang anggota kepolisian di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, memilih berbagi dengan cara sederhana namun bermakna. Ia membagikan buku tulis kepada para siswa SD GMIT Bolou 2 pada Rabu (5/8/2027), sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Sosok polisi itu adalah Aipda Laasar Marlens Bullu, Ps. Kanit Propam Polsek Sabu Timur, Polres Sabu Raijua. Dengan mendatangi sekolah, ia menyerahkan buku tulis kepada para siswa yang menyambutnya dengan wajah penuh antusias.
Bagi Laasar, buku tulis bukan sekadar alat belajar. Di balik lembar-lembar kosong itu tersimpan harapan agar anak-anak terus berani bermimpi dan mengejar cita-cita.
“Hari ini saya tidak hanya membagikan selembar kertas dan garis-garis. Saya membagikan harapan. Di setiap halaman buku ini, semoga tertulis mimpi-mimpi besar anak-anak SD GMIT Bolou 2,” ujar Laasar.
Ia berharap buku-buku tersebut kelak menjadi tempat lahirnya berbagai karya dan pengetahuan yang mengantarkan anak-anak menuju masa depan yang lebih baik.
“Mungkin hari ini hanya buku tulis, tapi besok bisa jadi cerita, puisi, rumus, dan cita-cita yang mengangkat nama Bolou. Belajarlah dengan semangat, karena setiap goresan pensilmu adalah langkah menuju masa depan,” katanya.
Menurut Laasar, pendidikan merupakan jembatan emas yang mampu mengubah kehidupan seseorang. Karena itu, ia mengajak para siswa agar tidak pernah malu bermimpi besar meski bersekolah di daerah yang jauh dari pusat kota.
“Buku ini kecil, tapi isinya bisa mengubah dunia. Isilah dengan ilmu, doa, dan prestasi. Jangan pernah malu bermimpi besar dari sekolah kecil. Dari Bolou 2 bisa lahir dokter, guru, pendeta, hingga pemimpin hebat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini terus mengabdi mendidik generasi muda.
“Saya bersyukur hari ini bisa berbagi kasih lewat selembar buku tulis. Mungkin nilainya sederhana, tetapi maknanya besar. Semoga buku ini menjadi saksi bahwa selalu ada orang-orang yang peduli dan mendoakan anak-anak SD GMIT Bolou 2. Kepada para guru, terima kasih sudah menanam. Kepada anak-anak, teruslah bertumbuh, karena pendidikan adalah jembatan emas menuju masa depan,” ujarnya.
Laasar kemudian menutup pesannya dengan kalimat yang mengundang tepuk tangan para guru dan siswa.
“Setetes tinta hari ini bisa menjadi samudra prestasi esok hari. Di tangan kecil ini saya titipkan buku, dan di hati besar mereka saya titipkan doa. Anak-anak GMIT Bolou 2, teruslah menulis sejarah dengan prestasi. Tuhan melihat setiap usaha kalian,” katanya.
Kepala guru SD GMIT Bolou 2, Eudes, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan anggota Polri tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat berarti bagi para siswa dan keluarga mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Asar Bulu yang sudah membantu para siswa di sekolah kami. Kami merasa bahagia karena kepedulian yang tulus dari seorang polisi kepada anak-anak kami. Bantuan ini sangat berharga karena membantu meringankan beban orang tua yang tidak lagi harus membeli buku tulis. Harapan kami, semoga Pak Asar selalu diberkati dalam tugas dan pengabdiannya sebagai seorang polisi,” ujar Eudes.
Rasa syukur juga disampaikan Dewi, salah seorang siswi SD GMIT Bolou 2. Dengan senyum bahagia, ia mengaku buku tulis yang diterimanya akan sangat membantu proses belajarnya.
“Kami senang bisa mendapat buku tulis. Ini sangat membantu karena orang tua kami tidak perlu membeli buku lagi. Terima kasih, Bapak Polisi,” ujar Dewi.
Aksi sederhana yang dilakukan Aipda Laasar Marlens Bullu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Di sebuah sekolah kecil di Pulau Sabu, selembar buku tulis menjadi simbol harapan bahwa mimpi-mimpi besar dapat tumbuh dari mana saja. (jrg)
Follow