Kupang, seputar-ntt.com – Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang diperingati pada 6 Februari 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi penghijauan dengan menanam ribuan pohon di kawasan Jalur 40, RT 06/RW 03, Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Kegiatan tersebut menjadi simbol refleksi perjalanan politik Gerindra selama 18 tahun sekaligus penegasan arah politik partai yang berpihak pada kepentingan rakyat dan keberlanjutan lingkungan. Momentum ini juga dimaknai sebagai ungkapan syukur atas capaian politik nasional Gerindra yang berhasil mengantarkan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.
Aksi penghijauan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang Jefry Pelt, jajaran pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi NTT, pengurus DPC Gerindra Kota Kupang, serta struktur partai hingga tingkat pengurus anak cabang dan ranting.
Ketua Panitia HUT Gerindra ke-18 NTT, Stenly Boymau, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian agenda politik dan sosial yang dirancang sebagai implementasi nilai perjuangan Gerindra.
“Peringatan HUT ke-18 ini bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi perjalanan dan komitmen Gerindra. Kami diminta menerjemahkan visi besar Presiden Prabowo Subianto, yakni menjadikan politik sebagai sarana pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Stenly.
Ia menegaskan bahwa isu lingkungan kini menjadi tantangan serius yang menuntut peran aktif seluruh elemen, termasuk partai politik. Oleh karena itu, Gerindra NTT memilih aksi menanam pohon sebagai bentuk politik kerja nyata yang berdampak langsung.
“Banjir, longsor, dan krisis air adalah persoalan yang terus berulang. Dari forum pendidikan politik, Sekretaris DPD Gerindra NTT menegaskan bahwa kader Gerindra tidak boleh hanya berbicara, tetapi harus bertindak. Penanaman pohon ini adalah wujud konkret dari sikap tersebut,” katanya.
Stenly mengungkapkan, sepanjang rangkaian HUT ke-18, Gerindra NTT telah menanam hampir 1.500 anakan pohon yang bersumber dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS). Keterbatasan jumlah bibit disebabkan stok yang tersedia hampir habis.
“Jika memungkinkan, kami siap menanam hingga 18.000 pohon sesuai usia Gerindra. Namun kami percaya, langkah kecil yang konsisten jauh lebih bermakna daripada sekadar retorika politik,” tegasnya.
Dari total bibit yang ditanam, sekitar 30 persen merupakan tanaman penghijauan, sementara 70 persen lainnya adalah tanaman produktif seperti kelengkeng, nangka, jambu air, dan mangga. Konsep ini, menurut Stenly, mencerminkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Inilah terjemahan visi Presiden Prabowo dan tema HUT Gerindra tahun ini, Kompak Bergerak dan Berdampak. Politik harus hadir, dirasakan, dan memberi manfaat langsung,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kota Kupang Jefry Pelt mengapresiasi inisiatif Partai Gerindra yang memilih kawasan Jalur 40 sebagai lokasi penghijauan. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai strategis sebagai daerah tangkapan air dan penyangga ekologis Kota Kupang.
“Wilayah ini memiliki peran penting sebagai paru-paru kota dan benteng alami dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem. Kehadiran Gerindra di lokasi ini menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan dan masa depan warga Kota Kupang,” kata Jefry.
Ia menambahkan, keberadaan pepohonan di kawasan tersebut sangat menentukan dalam mengurangi risiko banjir, longsor, serta terpaan angin kencang yang mengancam permukiman di wilayah bawah.
Jefry juga mengajak masyarakat setempat untuk turut menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jika sebagian besar pohon ini tumbuh dengan baik, dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Ini adalah investasi ekologis sekaligus investasi sosial,” pungkasnya. (*)
Follow