Riwu Kaho : Saya Keliru Menilai Sabu Raijua

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com – Penilaian miring yang dilontarkan oleh banyak orang di media sosial tentang kondisi Sabu Raijua yang tidak ada perubahan ternyata tidak benar. “Saya keliru menilai kondisi Sabu Raijua, hal ini karena saya tidak pernah turun langsung ke Sabu,” kata Roy Riwu Kaho, kepada Seputar NTT lewat Ponselnya dari Menia, Rabu (18/3/2015).

Dia mengatakan, Dirinya saat ini sedang berada di Pulau Sabu untuk suatu kegiatan. Ternyata apa yang selama ini diisukan orang tentang berbagi pembangunan di Sabu Raijua tidak benar. Sebab ada perubahan siginifikan setelah pemerintah melakukan intervensi lewat berbagai program.

“Di Media Sosial kita hanya bisa menghakimi orang tanpa melihat langsung kondisi di Sabu. Informasi yang tidak akurat yang mungkin saja disebar oleh orang yang tidak suka dengan pemerintah membuat kita yang lain juga ikut memberi komentar miring, padahal tidak demikian,” katanya.

Putra dari Simon Riwu Kaho yang adalah salah satu kandidat Calon Bupati saat Pilkada Sabu Raijua pada 11 November 2010 silam ini melihat, pangan masyarakat sangat cukup dan itu menjadi indikator keberpihakan pemerintah terhadap masyarakatnya. Selain itu ada geliat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Pemerintah yang peduli adalah yang tahu kondisi perut rakyatnya kenyang atau lapar. Selama di Sabu saya berjalan dari kampung ke kampung dan melihat kondisi masyarakat. Mereka makan cukup dan hidup mereka mulai berubah,” ujarnya.

Menurutnya, orang tidak bisa membandingkan kondisi Sabu Raijua saat ini dengan Kota Kupang atau Kabupaten lainnya yang sudah lama menjadi daerah otonom. Melihat perkembangan di Sabu harus dilihat kondisi tahun per tahun. Dengan demikian orang bisa secara benar memberikan komentar.

“Saya orang yang realistis, kalau ada perubahan saya akan bilang ada perubahan, demikian juga sebaliknya. Saya ambil contoh, kalau dua tahun lalu kondisi jalan belum ada pelebaran atau aspal, silahkan dibandingkan dengan kondisi saat ini, itu baru penilaian yang objektif,” tuturnya.

Dia mengatakan, tidak salah jika masyarakat Sabu Raijua memberikan kesempatan kepada Bupati Marthen Dira Tome dan Wakilnya untuk melanjutkan pekerjaan dan program yang sudah mereka lakukan. Sebagai orang sabu yang tinggal di Kota Kupang, dia hanya bisa mendukung lewat pemikiran dan tidak lebih, sebab yang merasakan dampak dari pembangunan adalah masyarakat yang ada di Sabu Raijua.

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang dihungi terpisah mengatakan, penilaian miring tentang kondisi Sabu Raijua lahir dari ketidaktahuan dan berdasarkan infromasi yang tidak akurat. Sebagai Pemimpin di wilayah tersebut, dia sudah melakukan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat senang jika orang Sabu Raijua yang ada diluar, sekali-kali datang menengok kami disini dan melihat apakah ada perubahan atau tidak. Kita tidak bisa melihat sebuah perubahan hanya dengan cerita orang tanpa melihat langsung,” ungkapnya.

Sebagai Bupati dirinya sangat welcome dangan berbagi masukan yang datang, baik dari orang Sabu Yang ada di luar maupun masyarakat Sabu Raijua sendiri. Dia mengakui bahwa banyak sekali penilaian miring bahkan cenderung fitnah yang berseliweran di media soisal seperti facebook.

Walupun demikian kata Marthen, sebagai seorang pemimpin tidak boleh tipis telinga apalgi kehilangan fokus dalam mengurus masalah rakyat. Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan terhadap semua program yang dijalankan pemerintah di Sabu Raijua.

“Kita sangat welcome terhadap masukan atau kritikan asal itu berdasarkan kenyataan yang memang benar terjadi di Sabu. Kita mampu menjelaskan itu. Bagi saya jika ada program yang belum berjalan secara maksimal itu hal biasa tapi yang menjadi dosa adalah ketika kita tidak mampu menjelaskan kepada masyarakat kenapa sebuah program tidak berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...