Rombongan Belajar Harus Dibatasi

Date:

Share:

Kupang, SeputarNTT.com,- DPRD Kota  Kupang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Dinas PPO agar memperhatikan jumlah rombongan belajar di setiap tingkatan baik SD, SLTP, SMA, dan SMK. Karena, jumlah rombongan belajar yang lebih sedikit maka proses belajar mengajar lebih efektif. Selain itu, siswa tidak hanya membludak di sekolah tertentu saja.

Demikian ditegaskan anggota DPRD Kota Kupang Pieter Herewila dan Yappy Pingak Selasa (9/7). Pieter Herewila mengatakan, jumlah rombongan belajar harus diperhatikan secara baik oleh panitia penerimaan siswa baru dan Dinas PPO.

Menurutnya, untuk mengontrol 40 hingga 50 siswa dalam satu kelas tidak akan efisien. Ia mengatakan, hasil kelulusan akan meningkat jika setiap proses dilalui secara baik. Idealnya, di dalam satu rombongan belajar hanya diisi 20-30 siswa. Sehingga, guru dan siswa dapat berinteraksi secara baik.

“Kalau mau tingkatkan kelulusan ya sejak proses ini harus kita tangani secara serius. Masukan ini harus diperhatikan serius Dinas PPO Kota Kupang,” ujar Herewila. Panitia penerimaan siswa baru juga harus bekerja profesional. Proses perangkingan dapat berjalan dengan baik untuk mencegah membludaknya siswa di sekolah tertentu.

Anggota DPRD Kota Kupang lainnya Yappy Pingak mengatakan, ada dua bentuk tes dalam penerimaan siswa baru kali ini. Untuk SMA Negri diberlakukan sistem perangkingan sedangkan SMK akan dilakukan melalui tes kompetensi. Ia berharap, pengalaman pahit tahun-tahun sebelumnya tak terjadi lagi. Jika proses penerimaan dilakukan dengan baik, maka orangtua tidak perlu berdemo agar anaknya diterima di sekolah negeri.

Kepala SMAN 1 Kupang Bapa Muda mengatakan, mereka siap bekerja secara profesional dalam melaksanakan penerimaan siswa baru. “Dengan juknis yang ada sekarang, saya yakin tidak ada penumpukan siswa baru di sekolah tertentu. Pola penerimaan ini melalui seleksi nilai UN,” kata Bapa Muda.

Dengan demikian, siswa baru tidak hanya mendaftar di satu sekolah. Pola ini yang membedakan dengan tahapan tahun sebelumnya. Kepala SMAN 2 Kupang Maximilian Nggeolima mengatakan, panitia bekerja berdasarkan ketentuan yang ditetapkan DPRD dan Pemkot Kupang. Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan politis kalangan Dewan.Pola penerimaan siswa baru kali ini melalui tahapan perangkingan. Sehingga, siswa yang diterima melalui seleksi nilai UN.

“Tidak mungkin ada permainan karena, seluruh siswa yang mendaftar akan diumumkan sehingga, semuanya bisa melihat,” jelas Nggeolima.(Joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...