Sepenggal Narasi di Hari Reformasi ke-508 dan HUT GMIT ke-78

Date:

Share:

Firman diberitakan dengan penyertaan Tuhan yang Hebat Firman menjangkau titik yang gelap, jadikan mereka sobat Firman menghampiri mereka yang sakit sebagai obat Firman menjalar di singgasana para pejabat, Firman didera di ruang persidangan akibat tidak lagi berkiblat Firman berhadapan dengan penolakan, didebat bahkan dibabat.Namun diatas semuanya itu, makin dihambat, benih Firman Tuhan makin merambat Narasi diatas, mungkin dapat menggambarkan perjuangan, perjalanan dan pertumbuhan Reformasi Gereja. Reformasi ada karena manusia dan gereja dapat tersesat oleh kekuasaan, tradisi, serta kompromi. Ketika suara manusia menggantikan suara Firman, Ketika anugerah dijual dengan harga, dan Ketika kebenaran diganti oleh ketakutan, Maka Roh Kudus sendiri yang menyalakan bara pembaharuan agar Gereja kembali kepada panggilannya: menjadi tubuh Kristus yang hidup oleh iman, bukan oleh sistem.Reformasi bukan soal momentum peristiwa sejarah tahun 1517. Reformasi adalah gerak Roh yang terus berlangsung. Karena setiap kali Gereja menyimpang dari kasih dan kebenaran, ia dipanggil untuk dibaharui lagi oleh Firman. “Ecclesia reformata, semper reformanda secundum Verbum Dei” Gereja yang telah direformasi harus senantiasa diperbaharui menurut Firman Allah. Ini bukanlah slogan, melainkan napas kehidupan Gereja.Gereja reformasi bertumbuh karena Firman Allah yang hidup terus menumbuhkan iman jemaat-Nya.Iman tumbuh dari pendengaran akan Firman, dan dari iman yang hidup lahir kasih, pelayanan, dan perubahan nyata di tengah dunia. Ketika gereja mendengar dan taat pada Firman, Roh Kudus bekerja — menyalakan semangat kasih, memulihkan yang hancur, memberi arah di tengah zaman yang terus berubah. Bukan pertumbuhan kuantitas jemaat dan gedung gereja, tetapi pertumbuhan dalam kualitas iman, kualitas penatalayanan dan kualitas pelayanan. Hari ini, ketika dunia kembali dilanda kebingungan moral, krisis spiritual, dan kehausan akan makna, Gereja dipanggil untuk menjadi saksi Firman yang menghidupkan.Reformasi yang sejati terjadi bukan hanya di bangunan atau lembaga, melainkan di hati jemaat yang terus dibaharui oleh kebenaran dan kasih Kristus.Gereja yang hidup dalam Roh Reformasi adalah Gereja yang Beriman berdasarkan Firman Allah, Bertumbuh kualitas rohaninya, dan Berdampak secara alami menjadi garam dan terang dunia — menghadirkan kasih Allah bagi sesama. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) lahir dalam semangat Reformasi Gereja. Maka GMIT yang BerimanIman adalah dasar bagi segala karya gereja.GMIT beriman karena berdiri di atas pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja dan Alakitab adalah Firman Allah.Iman itu menuntun gereja untuk terus percaya di tengah tantangan, tetap teguh di tengah perubahan, dan tetap mengasihi di tengah perbedaan.Iman bukan hanya keyakinan pribadi, tetapi kepercayaan yang menggerakkan iman yang bekerja oleh kasih (Galatia 5:6).GMIT yang BertumbuhGereja yang direformasi tidak berhenti pada sejarah. Atau berdiri atas dasar sejarah GMIT dipanggil untuk terus bertumbuh, bukan sekadar bertambah jumlah, tetapi bertumbuh dalam kedewasaan iman dan pelayanan.Pertumbuhan gereja terjadi ketika Firman diberitakan, ketika generasi muda dibimbing, ketika jemaat hidup dalam kasih dan saling menopang. Semua bertumbuh dalam konsistensi Firman Tuhan . Kiranya Roh Kudus terus bekerja di dalam dan melalui gereja-NyaGMIT yang BerdampakGereja yang beriman dan bertumbuh pasti berdampak.GMIT dipanggil untuk menjadi garam dan terang bagi masyarakat dan bangsa.Di tengah kemiskinan, bencana, dan ketidakadilan, GMIT tidak boleh diam; karena iman yang hidup harus mewujud dalam tindakan nyata: mengajar, menyembuhkan, melayani, dan memperjuangkan kehidupan.Dampak gereja tidak diukur dari besarnya gedung, melainkan dari luasnya kasih yang dirasakan oleh sesama.GMIT berdampak juga bagi pembaharuan penatalayanan dalam mengatur setiap pelayanan agar konsisten dengan firman Tuhan. Firman yang diberitakan menjadi kesaksian hidup bagi jemaat.“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12 : 2 maz 118 : 5-8Muzeis_

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...