September 2026, NTT Alami Inflasi 2,67 Persen, Waingapu Tertinggi 3,58 Persen

Date:

Share:

Kupang, seputar-ntt.com — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) alami Inflasi sebesar 2,67 persen. Waingapu Tertinggi 3,58 Persen.

Hal ini diungkapkan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale ketika melakukan jumpa pers virtual, pada Kamis (1/10/2026).

“Provinsi NTT mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,67 persen pada September 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 110,35,” kata Matamira.

Dijelaskan Matamira, inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,58 persen dengan IHK 110,87. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 1,04 persen dengan IHK 108,48.

“Inflasi y-on-y September 2026 terjadi, karena kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran,” papar dia.

Lebih lanjut dikatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,82 persen, pakaian dan alas kaki 2,80 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 1,84 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,34 persen, kesehatan 2,01 persen.

“Selanjutnya transportasi naik 4,03 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 2,50 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,65 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,45 persen, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya melonjak 12,03 persen,” tambah Matamira.

Sementara satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks, adalah kelompok pendidikan yang deflasi 3,25 persen pada September 2026.

“Secara bulanan, NTT justru mengalami deflasi (m-to-m) sebesar 0,35 persen pada September 2026. Meski secara tahunan inflasi, secara bulanan harga menunjukkan penurunan,” ujar Matamira.

Sementara inflasi year-to-date (y-to-d) atau inflasi tahun kalender Januari hingga September 2026, tercatat sebesar 1,29 persen.

“Lonjakan tertinggi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,03 persen menjadi penyumbang utama inflasi tahunan NTT. Disusul kelompok transportasi 4,03 persen yang dipengaruhi kenaikan tarif angkutan dan bahan bakar,” ungkap Matamira.

Deflasi pada kelompok pendidikan 3,25 persen, kata Matamira, menjadi penahan inflasi, seiring dimulainya tahun ajaran baru dengan kebijakan biaya pendidikan yang relatif stabil di sejumlah daerah.

“inflasi NTT 2,67 persen, masih dalam rentang terkendali, meski disparitas antar daerah cukup lebar antara Waingapu dan TTS,” pungkas Matamira (joey)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...