Waingapu, seputar-ntt.com – Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di Kabupaten Sumba Timur menyimpan salah satu hutan primer tersisa di Pulau Sumba. Kawasan seluas lebih dari 48 ribu hektare ini menjadi rumah bagi ratusan jenis flora dan fauna endemik, sekaligus surga tersembunyi bagi pecinta alam yang ingin melihat sisi lain Nusa Tenggara Timur yang tidak berpasir putih.
Letaknya berada di Kecamatan Tabundung, sekitar dua jam perjalanan darat dari Kota Waingapu. Perjalanan menuju kawasan ini menuntut kendaraan dengan ground clearance memadai karena sebagian jalur masih berupa jalan tanah berbatu. Namun kelelahan di perjalanan terbayar begitu pengunjung memasuki kawasan hutan yang udaranya sejuk dan lembap, jauh berbeda dengan citra Sumba yang kering dan berbukit padang sabana.
Yang membuat Laiwangi Wanggameti istimewa adalah kekayaan hayatinya. Kawasan ini menjadi habitat utama bagi sebagian besar satwa endemik Pulau Sumba, yang statusnya dilindungi penuh. Beberapa jenis burung langka seperti kakatua cempaka Sumba, nuri Sumba, dan mamoa kepala-kuning dapat ditemui di sini, menjadikannya salah satu destinasi birdwatching terpenting di Indonesia timur.
Bukan hanya burung. Kawasan ini juga dihuni rusa Timor, babi hutan, kuskus, kesturi Sumba, serta beragam kupu-kupu yang hidup di sekitar sungai dan air terjun kecil. Vegetasinya mencakup hampir seluruh tipe hutan yang ada di Pulau Sumba, dari hutan primer hingga galeri di sepanjang sungai, dengan pohon-pohon endemik seperti Syzygium dan Alstonia scholaris yang dilindungi.
Bagi pengunjung yang ingin tinggal lebih lama, kawasan ini menawarkan jalur tracking menuju puncak-puncak bukit dengan panorama hutan yang membentang hingga ke garis pantai selatan. Beberapa titik juga memiliki air terjun tersembunyi yang berarus tenang, cocok untuk melepas penat setelah berjam-jam berjalan kaki menembus vegetasi lebat.
Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau antara April hingga Oktober, ketika jalur akses relatif kering dan aman dilalui. Pada musim hujan, tanah licin dan sungai yang meninggi dapat menyulitkan perjalanan. Pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu lokal yang mengenal medan serta titik-titik pengamatan burung terbaik di dalam kawasan.
Bagi warga sekitar, keberadaan taman nasional ini bukan sekadar kawasan konservasi. Sektor pariwisata berbasis alam yang mulai berkembang membuka peluang ekonomi baru, mulai dari jasa pemandu, penginapan sederhana, hingga penjualan kerajinan khas Sumba kepada wisatawan yang datang.
Kombinasi kekayaan hayati endemik, hutan primer yang masih terjaga, dan pengalaman petualangan yang menantang menjadikan Laiwangi Wanggameti layak masuk daftar destinasi wisatawan yang menjelajahi Sumba. Bagi yang biasa mengenal Sumba lewat padang sabana dan papan batu kubur, kawasan ini memperlihatkan wajah Pulau Sumba yang jauh lebih hijau dan penuh kejutan.(*)
Follow