Terlibat Politik, DPRD Lembata “Cuci” PNS Dihadapan Wakil Bupati

Date:

Share:

Lewoleba seputar-ntt.com – DPRD Lembata dalam paripurna pembukaan masa sidang ke 16 dengan agenda laporan Komisi tentang Ranperda, Senin (18/04/2016) dihadapan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watun dan Sekda Lembata, Petrus Toda Atawolo dan sejumlah Kepala Dinas/SKPD, menghimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Lembata untuk tidak boleh terlibat politik praktis.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Golkar, Petrus Bala Wukak dalam tanggapannya terhadap apatisme para kepala dinas/SKPD mengikuti setiap Paripurna di DPRD. Menurut Wukak, akhir-akhir ini para kepala dinas dan kepala SKPD lebih sering terlihat mendampingi figur-figur tertentu melakukan safari politik ketimbang menjalani tugasnya sebagai PNS.

Menurut Wukak, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, beberapa kepala dinas saat ini justeru sibuk mendampingi bacalon tertentu saat melakukan saat melakukan safarai politik. Padahal menurut dia, dalam UU ASN sangat jelas dan tegas mengatur bahwa PNS tidak diperbolehkan terlibat politik praktis.

Senada dengan Wukak, anggota DPRD Lembata dari fraksi PDIP, Yakobus Liwa juga menegaskan hal yang sama. Yakobus malah mengingatkan para kepala dinas dan seluruh PNS dilingkup pemkab Lembata untuk meninggalkan budaya menyembah. Dia menghimbau para PNS untuk harus takut pada aturan, bukan takut pada Bupati.

“Kalian ini PNS, sekolah tinggi, punya kemampuan, pangkat besar tapi karena ingin mempertahankan jabatan lalu jual harga diri dengan memikul map kesana-kemari ikut sosialisasi bacalon tertentu. Stop menyembah, kembalilah ke jalan yang benar”, ujar Yakobus.

Selain menghimbau tentang maraknya PNS Lembata aktif terlibat politik praktis, Yakobus juga menyentil status kepemilikan seekor Kuda yang sering berkeliaran didepan rumah jabatan Bupati Lembata.
Menurut Dia, jika kuda tersebut milik pemerintah daerah maka perlu didata sebagai asset daerah, namun jika Kuda tersebut milik pribadi, Ia meminta pemerintah segera menertibkan Kuda tersebut sehingga tidak dibiarkan berkeliaran di depan rumah jabatan Bupati Lembata.

Rapat paripurna ke-16 ini lagi-lagi tidak dihadiri Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur. Berdasarkan informasi yang terima seputarntt.com, Sunur sedang berada di desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape dalam rangka meresmikan sebuah sumur bor di desa tersebut. Program sumur bor ini kabarnya merupakan program pemerintah Propinsi NTT yang masuk di kabupaten Lembata.  (Broin Tolok)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...