Maumere, seputar-ntt.com – Warga Kelurahan Kota Uneng mengeluh soal drainase yang mampet mulai dari depan gerbang utama Pelabuhan L.Say Maumere hingga pertigaan menuju Kampung Buton. Mampetnya drainase itu diakibatkan menumpuknya lumpur dan sampah plastik di dalam drainase.
Keluhan ini disampaikan warga Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, Tovik Koban, Senin (30/10/2017) siang. Menurut Tovik, kondisi drainase yang penuh lumpur dan sampah terlihat jelas khususnya di depan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Maumere hingga pintu masuk pelabuhan L. Say Maumere.
Ia mengaku heran karena kondisi ini dibiarkan saja padahal sangat mengganggu warga sekitar akibat sering munculnya bau busuk dari drainase tersebut.
Lebih dari itu, lanjutnya, di kala musim hujan hampir pasti daerah tersebut mengalami banjir akibat drainasenya mampet.
“Sudah lama kondisi ini terjadi. Coba cek saja. Musim panas begini kita lihat sampah penuh tapi kalau musim hujan pasti akan banjir dan sampah-sampah naik ke atas jalan,” ujarnya.
Warga Kota Uneng lainnya, Donny mengamini kondisi tersebut. Karena itu, ia meminta pihak Kelurahan segera turun tangan agar drainase tidak mampet.
“Kalau bisa paling kurang orang dari Bea Cukai dan pihak Pelindo perlu sikapi hal ini karena sekarang sudah mau musim hujan,” tegas Donny.
Pantauan seputar-ntt.com, Senin (30/10/2017) siang, tepat di depan KPPBC Maumere hingga gerbang utama Pelabuhan L.Say Maumere sangat memprihatinkan.
Lumpur berwarna kehitaman hampir memenuhi drainase dan sampah-sampah plastik seperti bungkusan mie dan bekas gelas dan botol minuman melayang-layang di atas permukaan air drainase. Di bagian lain tampak rerumputan yang tumbuh subur di atas permukaan drainase. Ada pula jentik-jentik nyamuk di beberapa titik di sepanjang drainase tersebut.(tos)
Follow