Ende, seputar-ntt.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur melalui gerakan Srikandi Movement menggelar pelatihan pengolahan makanan dan bakery di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ende pada Senin (28/09). Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan UMKM Perempuan Rentan Pasca-Bencana Gempa Bumi Flores Berbasis Electrifying Lifestyle”.
Program ini dirancang untuk memulihkan roda perekonomian Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Kabupaten Ende. Mengusung pendekatan keberlanjutan dan modernisasi usaha, program ini menitikberatkan pada percepatan produksi UMKM rentan melalui pemanfaatan alat kerja berbasis listrik (electrifying lifestyle). Kegiatan ini diikuti oleh 25 perempuan pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Ende.
Selain membekali para penyintas bencana dengan keterampilan praktis, kegiatan ini mengenalkan electrifying lifestyle—pola hidup dan usaha berbasis pemanfaatan energi listrik yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan roti, bolen Bandung, dan brownies. PLN menghadirkan Hj. Dewi Nurhasanah, pemilik usaha Dapoer Umi, sebagai narasumber untuk membagikan resep, teknik pembuatan, hingga tips memikat selera konsumen.
Tak sekadar teori dan praktik, PLN juga menyerahkan bantuan peralatan produksi berupa blender, mixer, dan oven listrik. Kehadiran peralatan modern ini diharapkan mampu memangkas beban kerja manual, mempercepat proses produksi, serta meningkatkan kualitas dan kapasitas hasil olahan. Guna mendukung operasional awal, PLN turut membagikan voucer listrik masing-masing senilai Rp100.000 kepada seluruh peserta.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemulihan wilayah pasca-bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan mata pencaharian warga.
“Pemulihan pasca-gempa bukan hanya tentang mengembalikan bangunan yang rusak, melainkan juga mengembalikan harapan dan membuka kembali peluang ekonomi masyarakat. Melalui Srikandi Movement, PLN ingin memastikan listrik hadir sebagai energi produktif yang membantu para perempuan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha dan meraih kemandirian ekonomi,” ujar Eko.
Sementara itu, Champion Srikandi PLN UIW NTT, Margaretha Yupukoni, menekankan bahwa program ini mengusung semangat “Women Support Women” dengan komitmen pendampingan jangka panjang.
“Kami tidak ingin berhenti pada pemberian bantuan fisik. Srikandi Movement berfokus pada pendampingan berkelanjutan agar para perempuan penyintas bencana memiliki keterampilan, keberanian, dan kepercayaan diri untuk bangkit serta membesarkan usahanya,” jelas Margaretha.
Dukungan operasional turut dipastikan oleh Manager PLN ULP Ende, Gde Eka Saputra Darmayudha. Ia menyatakan kesiapan jajarannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik demi kelancaran aktivitas produksi UMKM di wilayah Ende.
Kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari para peserta. Baiq Rahmatul Aini, pemilik UMKM Rezeki Kana, mengungkapkan rasa syukurnya atas ruang belajar dan jejaring yang dibuka oleh PLN.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit setelah musibah gempa. Selain mendapat ilmu baking dan bantuan alat listrik yang sangat kami butuhkan untuk produksi, kami bisa saling bertemu, berbagi cerita, dan menyemangati sesama pelaku usaha perempuan,” tutur Baiq. Ia juga mengapresiasi edukasi keselamatan ketenagalistrikan serta kemudahan layanan usaha melalui aplikasi PLN Mobile yang disampaikan selama acara.
Melalui sinergi pelatihan, bantuan sarana produksi, dan pasokan listrik yang andal, PLN berharap para perempuan pelaku UMKM di Ende dapat terus tumbuh, mandiri, dan menjadi pilar penggerak ekonomi keluarga maupun daerahnya.(*)
Follow