Kupang, seputar-ntt.com — Badan Pusat Statistik (BPS) “Keroyokan” mengerahkan seluruh personel, mulai dari pimpinan hingga unsur administrasi, untuk turun langsung ke lapangan guna menuntaskan Sensus Ekonomi 2026.
Demikian disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTT, Indra Achmad Souri pada acara diskusi dengan media, di ruang rapat kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026).
“Langkah ini diambil agar target 100% pendataan bisa tercapai pada 31 Agustus mendatang, termasuk di wilayah-wilayah yang terdampak gempa di Flores” jelas Indra yang juga Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Desiminasi.
Menurut Indra, setiap petugas ditargetkan menyelesaikan sekitar 12 – 15 pendataan per hari, bahkan lebih. Jumlah ini mencakup wilayah-wilayah barat yang disinyalir paling terdampak gempa, beberapa waktu lalu dan masih ada petugas yang berada di lokasi.
“Apapun musibah yang Tuhan berikan itu sebetulnya untuk penguatan. Kami juga menyikapinya sebagai bagian dari penguatan petugas,” jelas Indra.
Diakui Indra, ada petugas yang sakit saat menjalankan tugasnya, tapi BPS telah menyiapkan petugas cadangan, mitra-mitra BPS yang berkualitas juga dilibatkan kembali.
‘Bahkan pegawai BPS semua, mulai dari kepala, unsur-unsur administrasi di dalamnya, itu turun lapangan untuk membantu menyelesaikan tugas di wilayah-wilayah,” ungkap Indra.
Dikatakan Indra, pihaknya juga memiliki strategi lapangan yang dibangun, mencakup penguatan untuk petugas yang lemah, penanganan untuk responden yang menolak atau susah ditemui, hingga penelusuran usaha atau keluarga yang tidak ditemukan.
“Kalau ada database yang ternyata tidak ada di sebuah SLS, RT, RW, dusun, itu harus ditelusuri. Apakah betul-betul usahanya hilang, tutup, atau berpindah. Itu penanganan kami di 10 hari terakhir,” tambahnya. (jrg)
Follow