Camat Minta Maaf, BNPB Ajak Semua Pihak Fokus Bantu Masyarakat Terdampak

Date:

Share:

Borong, seputar-ntt.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima dengan tulus permintaan maaf Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, menyusul peristiwa yang terjadi saat pengecekan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, 21 Agustus 2026 lalu.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Agustinus setelah video peristiwa antara dirinya dan petugas BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, beredar luas di media sosial dan menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.

Dalam klarifikasinya, Agustinus menyampaikan permintaan maaf kepada Deden, BNPB, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta pihak-pihak yang terdampak oleh munculnya berbagai informasi setelah kejadian tersebut.

Ia juga meluruskan bahwa persoalan yang terjadi berkaitan dengan kondisi bantuan yang saat itu baru tersedia di tingkat kecamatan, sementara bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan masih terus dalam proses distribusi.

Agustinus menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipaksa untuk menyampaikan klarifikasi dan keputusan untuk meluruskan informasi yang berkembang dilakukan atas inisiatif sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Inspektur III BNPB, Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, menyampaikan apresiasi atas itikad baik Camat Lamba Leda Utara untuk meluruskan informasi dan menyampaikan permintaan maaf.

“Permintaan maaf tersebut kami terima dengan tulus dan ikhlas. Bagi kami, yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama kembali fokus membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana,” ujar Deden.

Menurut Deden, situasi bencana merupakan kondisi yang penuh tekanan bagi seluruh pihak. Pemerintah, petugas lapangan, maupun masyarakat sama-sama menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan warga terdampak. Karena itu, perbedaan persepsi maupun persoalan yang muncul di lapangan sebaiknya tidak menjadi penghalang bagi upaya bersama dalam penanganan bencana.

“Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, semua orang berada dalam kondisi yang tidak mudah. Yang terpenting adalah kita dapat saling memahami, memperbaiki komunikasi, dan kembali bekerja untuk masyarakat. Tidak ada kepentingan lain selain memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan kondisi mereka segera membaik,” kata Deden.

Sejak awal, Deden menambahkan, BNPB bersama pemerintah daerah terus berupaya memastikan bantuan logistik bergerak menuju wilayah-wilayah terdampak. Bantuan dikirimkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi akses menuju lokasi.

Dalam prosesnya, distribusi bantuan juga menghadapi sejumlah kendala teknis, termasuk akses transportasi menuju beberapa wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan tidak seluruh bantuan yang telah tersedia di tingkat kabupaten dapat langsung berada di setiap kecamatan pada waktu yang bersamaan.

“Bantuan terus bergerak. Ketika ada kendala akses atau transportasi, tentu membutuhkan waktu untuk memindahkan bantuan dari satu titik ke titik lainnya. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan masyarakat di setiap wilayah dapat dipenuhi secara bertahap,” jelas Deden.

Ia menegaskan, BNPB bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dalam proses penanganan bencana, termasuk memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Deden juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan seluruh unsur yang selama ini bekerja bersama BNPB dalam menangani dampak gempa bumi di wilayah tersebut.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah bersama-sama bekerja di lapangan. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai bagian dari proses untuk memperkuat koordinasi, bukan untuk memperpanjang persoalan,” ujarnya.

Menurut Deden, penanganan bencana pada akhirnya bukan mengenai siapa yang benar atau siapa yang salah, melainkan bagaimana seluruh unsur dapat bekerja bersama untuk menyelamatkan, melindungi, dan membantu masyarakat terdampak.

“Bagi kami, persoalan ini sudah selesai dengan baik. Kami menerima permintaan maaf tersebut dengan tulus. Sekarang mari kita lihat ke depan. Semoga kondisi masyarakat Manggarai Timur segera membaik dan seluruh bantuan yang dibutuhkan dapat terus sampai kepada mereka,” kata Deden. (*)

Komentar Anda?

━ Kabar Lainnya

Piala Wali Kota Kupang II Digelar, Rebutkan Total Hadiah Rp40 Juta

Kupang, seputar-ntt.com — Turnamen Tenis Piala Wali Kota Kupang II Tahun 2026 kembali digelar untuk mendorong pertumbuhan olahraga tenis sekaligus membuka ruang lebih luas...

Resmikan Gedung Baru SD Inpres Oesapa, Wali Kota Kupang: Sekolah Tempat Menjaga Mimpi Anak

Kupang, seputar-ntt.com - Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap menempatkan pendidikan sebagai investasi utama masa depan. Komitmen itu ditegaskan Wali...

Pemkot Hibah 200 Juta Untuk Askot PSSI, Wali Kota Bidik Masa Depan Sepak Bola Kota Kupang

Kupang, seputar-ntt.com - Dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap sepak bola tidak berhenti pada wacana. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memastikan dukungan konkret melalui...

Wali Kota Kupang Lepas Kontingen Kempo ke Badung

Kupang, seputar-ntt.com - Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menitipkan pesan khusus kepada 31 atlet Shorinji Kempo Kota Kupang yang akan berlaga pada Kejuaraan...

Kadispora Kota Kupang Buka Turnamen Betlehem Naikolan Cup II, Dorong Pemuda Kembangkan Potensi

Kupang, seputar-ntt.com — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang membuka Turnamen Futsal Betlehem Naikolan Cup II Tahun 2026 dengan membawa pesan penting bagi...