Seba, seputar-ntt.com – Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis gereja mulai menunjukkan hasil di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa bulan terakhir, usaha peternakan ayam pedaging yang diinisiasi oleh Tua Jemaat Pulau Patmos Tulaika, Marthen Dira Tome, telah menghasilkan sekitar Rp85 juta yang seluruhnya dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan gereja.
Ketua Majelis Jemaat Pulau Patmos Tulaika, Pdt. Paulina Bole Tade, mengatakan gagasan membangun usaha ayam pedaging lahir dari keputusan bersama jemaat dalam sidang jemaat pada Januari 2026. Program tersebut dirancang sebagai langkah meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus menopang kebutuhan pelayanan gereja.
“Pada bulan Januari 2026, waktu kami bersidang bersama seluruh jemaat, kami memutuskan untuk membangun usaha ayam pedaging sebagai salah satu cara menolong ekonomi jemaat. Dalam kegiatan ini kami mendapat dukungan penuh dari Pak Matade,” ujar Paulina.
Menurut dia, usaha yang baru berjalan beberapa bulan itu telah memberikan hasil nyata. Pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp85 juta dan menjadi sumber pendanaan baru bagi pembangunan rumah ibadah.
“Ini sangat-sangat menolong kami untuk melanjutkan pembangunan gereja,” katanya.
Paulina menjelaskan, pembangunan gereja sebelumnya menghadapi berbagai kendala. Selama empat kali berturut-turut, bagian timur gereja mengalami longsor sehingga proses pembangunan tidak dapat berjalan maksimal. Kehadiran usaha produktif tersebut, menurut dia, menjadi jalan keluar yang membantu jemaat melanjutkan pembangunan.
“Bagi kami ini adalah cara Tuhan menolong lewat orang-orang hebat, khususnya Pak Matade bersama keluarga. Karena itu kami merasa sangat tertolong,” ujarnya.
Dana yang terkumpul dari usaha ayam pedaging kini mulai digunakan untuk membangun menara gereja. Setelah itu, jemaat berencana melanjutkan pembangunan pagar serta tangga di bagian depan gereja.
Program tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi generasi muda. Saat ini, lima orang pemuda gereja dilibatkan dalam pengelolaan peternakan, mulai dari pemeliharaan hingga operasional sehari-hari. Dalam waktu dekat, bibit ayam baru juga akan kembali didatangkan dari Kupang untuk memperluas usaha.
Paulina berharap model pemberdayaan tersebut dapat diterapkan di jemaat lain di wilayah Klasis Sabu Barat. Pihaknya telah membangun komunikasi dengan pengurus klasis untuk memperluas kerja sama bersama Marthen Dira Tome agar lebih banyak jemaat memperoleh manfaat ekonomi melalui usaha produktif.
“Kami berharap ada jemaat lain yang juga bisa terlibat sehingga kegiatan seperti ini dapat membantu pelayanan dan pemberdayaan ekonomi di jemaat masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Marthen Dira Tome menilai keterlibatan pemuda merupakan kunci keberhasilan program pemberdayaan gereja. Menurut dia, pemuda tidak hanya berperan dalam kegiatan ibadah, tetapi juga harus menjadi motor inovasi yang mampu memperkuat pelayanan melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
“Pemuda gereja harus menjadi pilar dalam mendukung setiap pekerjaan Tuhan bersama jemaat. Mereka tidak boleh diam, tetapi harus mampu menciptakan inovasi yang menghasilkan dan mendukung pelayanan maupun pembangunan gereja,” kata Marthen.
Ia menambahkan, peran orang tua dan para senior di gereja adalah memberikan pendampingan agar pengetahuan dan keterampilan dapat diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan.
“Sebagai orang tua, kita memberi dukungan kepada mereka dan mengajarkan bagaimana cara kerjanya. Dengan demikian, apa yang telah kita bangun bisa terus dilanjutkan,” ujarnya.
Marthen berharap semakin banyak pemuda gereja di berbagai wilayah yang berani membangun peluang usaha produktif. Selain meningkatkan kesejahteraan, langkah tersebut dinilai dapat menjadi sumber pembiayaan mandiri bagi pelayanan dan pembangunan gereja tanpa sepenuhnya bergantung pada persembahan jemaat. (jrg)
Follow